• Pangkalpinang • Sungailiat • Muntok • Koba • Toboali • Belitong • Kamtibmas
Berita
Ada Tanda Erupsi Kelud di Alquran
Sabtu, 15/02/2014 02:56 WIB | Dibaca 688 kali
Ada Tanda Erupsi Kelud di Alquran
  • 7 Bandara Ditutup
  • 76.388 Jiwa Diungsikan, 3 Tewas

JAKARTA-Pesan berantai menyebar dengan cepat setelah Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur memuntahkan vulkanik. Pesan ini berisi informasi tentang kronologi erupsi yang sudah diisyaratkan dalam Alquran, kitab umat Islam.
    Tahapan peristiwa dari tanggal, bulan dan tahun maupun waktu erupsi sangat tepat dalam pesan yang tersebar melalui BlackBerry Messenger (BBM), Jumat (14/2). Kejadian ini dikaitkan dengan surah dan ayat dalam Alquran.
    Seperti tanggal 13 bulan 2 yang dihubungkan dengan surah Ar-Ra’d (13) dengan ayat 2 yang berbunyi "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.
Allah mengatur urusan (Makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (Kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu".
    Demikian pula dengan waktu meletusnya pukul 22:49 dan 22:50 dengan surat Al-Hajj ayat 49-50 yakni Katakanlah: Hai manusia, sesungguhnya Aku adalah seorang pemberi perinagtan yang nyata kepadamu. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.
    Sementara tahunnya diterangkan menggunakan surah Thaahaa yang merupakan surat ke-20 dalam Alquran dengan ayat ke-14 "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah Shalat untuk mengingat Aku.
    Di sisi lain, Kementerian Perhubungan menyatakan tujuh bandara di Pulau Jawa ditutup sementara hingga jangka waktu yang telah ditentukan serta terdapat sebanyak ratusan penerbangan yang dibatalkan akibat erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur. "Ada sebanyak tujuh bandara yang ditutup sementara akibat letusan Gunung Kelud," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti.
    Herry menyebutkan, ketujuh bandara tersebut ditutup karena erupsi mengakibatkan tersebarnya debu vulkanik yang menghalangi jarak pandang ideal untuk penerbangan. Selain itu, ujar dia, debu vulkanik tersebut juga dinilai dapat membahayakan bagi kinerja mesin pesawat yang sedang melakukan penerbangan. Ia mengemukakan, pihaknya telah mengeluarkan Notice To Airmen yang juga mengakibatkan ditutup sementaranya tujuh bandara.
    Secara terperinci, tujuh bandara tersebut antara lain Bandara Juanda (Surabaya) yang ditutup hingga 15 Februari pukul 06.00 WIB, Bandara Adisumarmo (Solo) hingga 15 Februari pukul 07.30 WIB, dan Bandara Adisucipto (Yogyakarta) hingga 15 Februari pukul 07.30 WIB. Bandara lainnya adalah Ahmad Yani (Semarang) hingga 15 Februari pukul 06.00 WIB, Tunggul Wulung (Cilacap) hingga 14 Februari pukul 17.00 WIB, Abdurrahman Saleh (Malang) hingga 15 Februari pukul 07.00 WIB, dan Husein Sastranegara (Bandung) hingga 14 Februari pukul 18.00 WIB.
    Sedangkan untuk penerbangan yang dibatalkan pada Jumat (14/2) ini adalah 166 frekuensi atau 332 penerbangan di Juanda, 14 frekuensi atau 28 penerbangan di Adisumarmo, 55 frekuensi atau 110 penerbangan di Adisucipto, 38 frekuensi atau 76 penerbangan di Ahmad Yani, 8 frekuensi atau 16 penerbangan di Abdurrahman Saleh, dan 12 frekuensi atau 24 penerbangan di Husein Sastranegara.
    Namun, Dirjen Perhubungan Udara menyatakan bahwa kondisi penetapan ketujuh bandara itu juga masih bisa berubah karena tergantung dengan aktivitas kondisi ketinggian abu vulkanis yang masih menyebar. Ia menuturkan bahwa kondisi yang abu vulkaniknya paling tebal adalah Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur, karena lokasinya yang berdekatan dengan posisi gunung Kelud yang meletus. Sedangkan di sejumlah bandara lainnya seperti Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng dan Bandara Ngurah Rai di Bali juga dinyatakan masih aman karena tidak tertutup abu.
    Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan, sejauh ini sudah tiga korban tewas terkait erupsi Gunung Kelud di Kediri, Malang, Blitas, Jawa Timur. Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, salah satu dari tiga korban tewas akibat erupsi Kelud bernama Mbok Nya (60).
    Dia merupakan warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. "Meninggal karena sesak nafas akibat Abu Vulkanik,” kata Sutopo. Kemudian, Sahiri (70), warga Dusun Ngutut, Desa Pandasari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Sahiri tertimpa tembok saat menunggu kendaraan evakuasi. Berikutnya adalah Sanusi (80) warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. "Karena sesak nafas saat berlindung di bawah meja,” ungkapnya.
    Ia menambahkan ketiga korban tinggal di desa yang berada pada radius tujuh kilometer dari puncak kawah Gunung Kelud. "Tebal abu di lokasi korban adalah 20 centimeter. Saat ini masih ada evakuasi sebagian warga yang masih di radius 10 kilometer," bebernya.
    Sutopo juga menyatakan bahwa pengungsi, khususnya di Blitar sudah banyak yang pulang, sehingga jumlahnya pun berkurang. Saat ini sebanyak 76.388 jiwa pengungsi dari lima kabupaten kota. Yakni, Kabupaten Kediri 66.139 jiwa, Kota Batu 3.220 jiwa, Kabupaten Blitar 2.070 jiwa, Kabupaten Malang 3.610 jiwa dan Kabupaten Tulungagung 1.349 jiwa.
    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi proses tanggap darurat yang dilakukan saat Gunung Kelud meletus. "Ini pelajaran yang kita petik kalau masyarakat lokal mematuhi pemerintah daerah, kita bisa cegah korban jiwa yang tidak perlu dengan demikian masyarakat juga mendengar dan mengetahui apa yang disampaikan pemerintah," kata Presiden saat membuka rapat kabinet terbatas.
    Presiden mengatakan saat ini proses tanggap darurat di sekitar Gunung Kelud terus dilakukan dan meminta BNPB, TNI, Polri dan pemerintah setempat terus bekerjasama dalam menangani proses tersebut. "Rapat hari ini kita mendengar (laporan-red) sekilas dari Menteri ESDM kemudian Pak Surono situasi terkini dan apa yang bisa terjadi pada hari kemudian sehingga bantuan dan (langkah-red) tanggap darurat pemerintah bisa tepat," katanya.
    Presiden mengatakan telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Pangdam Brawijaya mengenai kondisi di lapangan. "Hari ini dan lusa kita utamakan tanggap darurat di lapangan setelah itu saya datang ke lokasi langsung seperti apa situasinya tapi dua hari ini saya mau tanggap darurat, saya tidak mau terganggu konsentrasinya. Hari ketiga atau keempat saya langsung ke sana," kata Presiden. Presiden juga menunjuk Dr. Surono, mantan Kepala PVMBG sebagai Kepala Badan Geologi.
    Gubernur Jawa Timur Soekarwo menginstruksikan kepada tim tanggap darurat bencana serta aparat kepolisian untuk bertindak cepat dan tegas dalam melakukan sterilisasi seluruh kawasan yang masuk zona merah, terutama yang berada di radius 10 kilometer dari pusat kawah. "Semua pemukiman yang ada di dalam radius ini harus dikosongkan," instruksi Pakde Karwo.
    Beberapa daerah yang sempat menjadi sorotan gubernur adalah pemukiman yang berada di dalam kawasan perkebunan Candisewu, yakni Dusun Kalibadak, Kalikuning, serta Candisewu, Desa Modangan, serta Karangrejo.Soekarwo juga mengingatkan beberapa perkampungan dalam lain yang berada di kaki Gunung Kelud di wilayah Blitar utara, Malang barat wilayah Ngantang, serta sebagian besar Kediri yang menjadi daerah paling parah terdampak erupsi Gunung Kelud.
    "Kalau ada warga yang tidak mau mengungsi saya perintahkan untuk diangkat (paksa) dan dibawa ke posko pengungsian terdekat," tandasnya. Menurutnya, tidak boleh ada toleransi bagi warga di area rawan terpapar erupsi Gunung Kelud yang membandel.
    Apalagi, lanjut Pakde Karwo, keterangan ahli vulkanologi dari PVMBG (pusat vulcanology dan mitigasi bencana gempa) menyebut kondisi Gunung Kelud masih belum stabil. "Saya bukan ahli, tapi menurut mereka kondisinya masih sangat rawan sehingga semua harus waspada," ujarnya. Ia juga menyampaikan masa tanggap darurat bencana berlaku selama 30n hari, terhitung mulai 13 Februari hingga 12 Maret 2014.(awas/boy/jpnn)



 Share to Facebook  Tweet in Twitter

Komentar untuk Ada Tanda Erupsi Kelud di Alquran

Anda dapat memberikan komentar tentang Ada Tanda Erupsi Kelud di Alquran dengan menggunakan form dibawah ini .











• Pangkalpinang • Sungailiat • Muntok • Koba • Toboali • Belitong • Kamtibmas