‎Kondisi Kritis di RS, Yoga pun Meninggal, Susul Sohib Kentalnya, Ikron


‎Kondisi Kritis di RS, Yoga pun Meninggal, Susul Sohib Kentalnya, Ikron

PANGKALPINANG - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Satu lagi nyawa melayang korban kecelakaan lalulintas (lakalantas)  di Jalan Selindung Baru depan Bidan Enni, Rabu dini hari (6/9).

Yoga Gunawan (19) yang kondisinya kritis di RSBT akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir, Rabu (6/9) pukul 05.00 WIB. Itu berarti selang 4 jam setelah meninggal sohib kentalnya Ikron.

Duka mendalam yang dirasakan mengantar jenazah Yoga ke rumah duka di Kelurahan Selindung Lama K‎ecamatan Gabek Pangkalpinang pukul 10.45 WIB.

‎Sebelumnya dua pemuda ini mengendarai motor Honda Scoopy berboncengan hendak membeli makanan. Sewaktu berada di TKP, tanpa diketahui secara pasti ditabrak pengendara mobil Honda Mobilio warna putih.‎

(Baca Juga : Mengerikan, Pengendara Scoopy Tewas Di Kolong Mobilio)

Saat kejadian, Ikron (21) warga Jalan Tram Pasir Putih Kecamatan Bukit Intan tewas tragis di bawah kolong mobil dengan luka di sekujur tubuh dan kaki sebelah kanan patah.

Belum diketahui secara pasti kecelakaan yang menewaskan dua pemuda malang ini. Apakah kecelakaan tersebut adu kambing (berlawanan arah) atau ditabrak dari belakang.

Namun sopir maut yang menabrak Honda Scoopy sudah diamankan diamankan di Polres Pangkalpinang. Belakangan diketahui mobil maut Mobilio warna putih dengan nomor polisi (Nopol) BN 1184 VA diketahui dikemudikan oleh Fadel.

Pantauan Radar Bangka, Rabu (06/9), satu persatu kerabat dan keluarga Yoga mendatangi rumah duka. Terlihat jelas duka mendalam keluarga Yoga dan banyak yang menetaskan air mata, sewaktu membacakan Yasin.

Tidak hanya kerabat dan keluarga, hadir beberapa pelayat, yakni sahabat adik Yoga yang mengenakan seragam SMA.

Bagas ‎yang ditemui di rumah duka mengaku teman sekolah Yoga Gunawan. Ia menceritakan mereka adalah lulusan SMK tahun 2016.

Diceritakan Bagas, Yoga merupakan sosok pria yang bijak, berteman dengan siapapun oke dan tidak pernah ‎membuat masalah semasa hidupnya. 

"Orangnya baik dengan siapa pun dia bergaul, tidak pernah ada masalah. Kami berteman dari SMK dulu, semoga saja amal ibadah almahrum diterima di sisi Nya, amin," kata Bagas terlihat sedih.

(Baca Juga : PT Jasa Raharja Babel Santuni 100 Juta Korban Lakalantas Selindung)

‎Senada dengan Bagas, Yoga teman nongkrongnya, mengaku terakhir kumpul di warung kelapa muda depan kantor PT Timah Tbk. Waktu malam sebelum kejadian Yoga terlihat girang selalu canda tawa. Namun tidak menyangka tongkrongan itu akhir pertemuan mereka.

"Tidak menyangka, kalau malam itu akhir dari pertemuan kami. Ya Allah kenapa lah harus pergi cepat seperti ini," ucapnya. (CR8)

Baca Juga : Begini Kronologis Laka Maut Selindung Menurut Polisi





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Sidang Afat Kolektor Timah Ditunda
Sidang Afat Kolektor Timah Ditunda
Jum'at, 24/11/2017 04:01 WIB
SUNGAILIAT - Sidang perdana perkara timah ilegal dengan terdakwa Tjen Sui Fat alias Afat, warga Jalan Kimjung Desa Puput, Kecamatan
Polres Bateng Sikat Habis Penambang Ilegal
Polres Bateng Sikat Habis Penambang Ilegal
Jum'at, 24/11/2017 03:57 WIB
KOBA - Sejumlah kegiatan pertambangan tanpa izin usaha pertambangan (IUP) yang berada dikawasan hutan lindung Bukit Ramai, Desa Batuberiga, Kecamatan
600 Ribu Ineks Buat Pesta Tahun Baru
600 Ribu Ineks Buat Pesta Tahun Baru
Jum'at, 24/11/2017 03:55 WIB
SERATUS dua puluh bungkus plastik berisi 600 ribu butir ekstasi asal Belanda yang dikirim melalui pengiriman udara, rencananya didistribusikan ke
Suami Istri Menangis Divonis 7 Tahun
Suami Istri Menangis Divonis 7 Tahun
Jum'at, 24/11/2017 03:53 WIB
Pasangan suami istri, Kuntum (32) dan Desi alias Nyai (25), warga Kelurahan Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI, bakal