Perkara Penjualan Timah di Rupbasan, Ahaw Disangkakan Penampung Timah


Perkara Penjualan Timah di Rupbasan, Ahaw Disangkakan Penampung Timah

PANGKALPINANG-Perkara penggelapan timah sitaan negara yang berada di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Kota Pangkalpinang tahun 2017 dengan terdakwa mantan Kepala Rupbasan, Joko Surono akhirnya mengungkap misteri siapa penampungnya. Dalam keterangan terdakwa di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kota Pangkalpinang yang diketuai Sri Endang Amperawati Ningsih, terkuak timah seberat 1,6 ton itu ditampung oleh seorang bos timah, Ahaw.

“SAYA serahkan kepada Ahaw, melalui anak buahnya Ahaw  bernama Martin. Martin yang mengurusnya,” ucap Joko Surono. Joko juga mengungkapkan pihaknya ada merencanakan agar timah tersebut bisa dimiliki pihak Ahaw. Melalui mekanisme lelang tunggal. Dimana direncanakan Ahaw menjadi pemenang satu-satunya.  “Pada lelang, nanti  (ada rencana) Ahaw dimenangkan,” ucapnya.

Majelis hakim akhirnya mempertanyakan kepada pihak jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, Meta, perihal kenapa Martin dan Ahaw tidak dihadirkan di persidangan selama ini. Dengan enteng Meta mengatakan Martin menghilang alias DPO (Daftar Pencarian Orang).  “Masak Martin tidak bisa ditemukan, aneh sekali. Kan bisa dilacak dengan signal handphone,” cecar majelis hakim, namun JPU Meta hanya diam seribu bahasa.

Atas pengungkapan fakta yang dilakukan mantan kepala Rupbasan, majelis hakim mendesak supaya JPU memperluas lagi dalam penanganan perkara ini.  Agar ada rasa keadilan hukum yang bisa dirasakan  masyarakat dalam penanganan perkara Tipikor oleh aparat penegak hukum.

JPU Meta saat harian ini mempertanyakan kenapa kasus ini terkesan ada tebang pilih, dia ogah berkomentar jauh. Namun Meta tidak mengelak  kalau fakta persidangan telah terang benderang menyebutkan adanya keterlibatan tauke timah, Ahaw.  “Memang betul dia (terdakwa Joko. red) menyebut Ahaw terlibat kasus ini. Tetapi untuk tahap (tuntutan.red) kita selesaikan dulu Joko ini, Ahaw nanti,” cetusnya.

Sementara itu Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota, Hendi,  mengaku sudah menerima hasil persidangan langsung dari JPU. Dimana telah terungkapnya Ahaw dalam pusaran perkara ini.  Tetapi Hendi mengaku pihaknya harus mendalami lagi, sebab dalam penyidikan terdakwa hanya berhubungan langsung dengan seorang makelar, yakni Martin. “Martin itu masih DPO,” ucap Hendi.

“Kunci kasus ini kalau mau menghubungkan dengan Ahaw itu melalui Martin. Karena terdakwa menyerahkan timah itu kepada Martin bukan langsung kepada Ahaw, sehingga penyidik masih susah untuk mencari alat buktinya,” ujarnya.

Namun begitu, kata Hendi, tergantung pada putusan dan perintah dari  pihak majelis hakim nantinya  soal nasib Ahaw. Bilamana ada perintah (penetapan tersangka.red) maka penyidik akan mengembangkan kasus lebih luas lagi. “Kita sedang mencari keberadaan Martin, bilamana dia tertangkap, maka mudah mengembangkan kasus ini. Kita sedang berusaha untuk mengembangkanya juga,” tandasnya.

Dalam perjalanan perkara ini,  Joko Surono selain buka-bukaan juga sudah “menyerah” dengan mengakui kesalahan.  Hal ini ditunjukan  Joko  dengan mengembalikan kerugian negara  sebesar Rp 400 juta. Uang tersebut sudah dititipkan kepada penyidik.
Timah yang disita itu sendiri  awalnya adalah milik terpidana Jauhar.

Berupa  balok-balok timah  seberat total 1,6 ton. Setelah ada putusan tetap (inkrah) timah tersebut disita negara.  Namun ternyata oleh terdakwa balok-balok timah berkadar SN 98-99 itu, dikeluarkan dan diganti dengan balok lainnya, berwarna hitam yang tiada kandungan timahnya.(jpnn)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Tega Jual Teman Sekampung ke Hidung Belang
Tega Jual Teman Sekampung ke Hidung Belang
Senin, 16/07/2018 10:42 WIB
SURABAYA - Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap Kusmi Lacatun, perempuan asal Sokaraja, Banyumas, Jateng. Dia dibekuk polisi gara-gara menjual teman sekampungnya
Sebelum Dimakan Buaya Muara, Alif Teriak Minta Tolong
Sebelum Dimakan Buaya Muara, Alif Teriak Minta Tolong
Selasa, 10/07/2018 11:47 WIB
BANYUASIN- Seekor buaya kembali meneror warga Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Bahkan, kali ini salah seorang warga Desa Serong Kecamatan
Paman Mesum Cabuli Keponakan Sendiri
Paman Mesum Cabuli Keponakan Sendiri
Selasa, 10/07/2018 10:27 WIB
NAMANG - Entah setan mana yang merasuki Ujen (34) warga desa Belilik yang tega mencabuli Bunga (nama samaran, red) bocah
​Kolektor Timah Ini Didiamkan Atau Tak Takut Polisi
​Kolektor Timah Ini Didiamkan Atau Tak Takut Polisi
Senin, 09/07/2018 21:26 WIB
PARITTIGA- Sudah bukan rahasia umum lagi kalau di Kabupaten Bangka Barat tepatnya di Kecamatan Parittiga menjamur kolektor timah ilegal yang