Wisata Mangrove Air Payau, Proyek Miliaran Rupiah Mangkrak


Wisata Mangrove Air Payau, Proyek Miliaran Rupiah Mangkrak

Dibangun 2013 Tak Pernah Dimanfaatkan
Alasannya Karena Peralihan Kewenangan


Proyek pembangunan fisik sudah seharusnya dapat dimanfaatkkan sesuai perencanaan awal. Apalagi itu menghabiskan uang negara hingga miliaran rupiah. Namun, yang terjadi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) malah sebaliknya.

Seperti proyek pengembangan Wisata Mangrove Air Payau di bantaran Sungai Manggar, yang mangkrak dan terkesan mubazir. Sejak selesai dibangun tahun 2013 lalu, tak pernah sama sekali dimanfaatkan.

Dari pantauan Belitong Ekspres (Grup Radar Bangka), fisik bangunan yang ada di tempat wisata Mangrove Air Payau tersebut nampak sudah rapuh kecuali tower pemantau yang terbuat dari semen cor. Jalan setapak yang menghubungkan daratan dengan dermaga kecil di  lokasi juga sudah tidak lagi memungkinkan dilewati.

Balok kayu yang menghubungkan beberapa stop point menuju dermaga kecil juga sudah rapuh lantaran tidak terawat atau memang kualitas asal jadi sejak awal dibuat. Sedangkan kolam dibiarkan kosong tak terisi walau beberapa warga terlihat memancing ikan karena dulu pernah ditebar bibit ikan.

Selain itu, di depan pintu masuk kawasan yang pernah dipersiapkan sebagai kawasan terpadu wisata tersebut, berdiri satu unit rumah penjagaan. Konon, biaya pembangunannya mencapai Rp 200 juta. Nominal cukup besar jika disebut sebuah kemubaziran.

Dari informasi yang himpun, secara keseluruhan nilai anggaran yang dikucurkan melalui APBD dan DABA Provinsi Bangka Belitung tersebut disebut-sebut menghabiskan empat miliar rupiah. Angka yang cukup fantastis bila melihat kondisi fisik yang tak termanfaatkan.

Mantan Kepala Bidang Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mappamadeng kepada Belitong Ekspres, mengakui bahwa kawasan wisata itu telah ada sejak tahun 2013. Akan tetapi, Madeng sapaan akrabnya enggan menyatakan fisik bangunan mangkrak karena alasan pembangunan direncanakan bertahap.

"Tahun 2013, kan kolam dulu awalnya. Baru zaman Bang Fei (Ferizal - mantan Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Beltim) baru dibangun untuk pengembangan wisata Mangrove Payau," ujar Madeng yang ketika itu menjabat sebagai PPK saat dikonfirmasi, Senin (22/1) kemarin.

Menurut Madeng, perubahan Undang-Undang 23 tahun 2014 telah memupuskan rencana kelanjutan pembangunan kawasan pengembangan wisata Mangrove Payau di lokasi seluas lebih dari tiga hektar itu. Kewenangan bidang kelautan tidak lagi menjadi domain Kabupaten dan dialihkan ke Provinsi.

"Karena ada perubahan Undang-Undang nomor 23 itu, kewenangan itu ditarik ke Provinsi sehingga cantolan untuk pembangunan di DKP sudah tidak ada lagi kalau untuk wisata ya. Tapi kalau untuk perikanan ya paling hanya sebatas perikanan saja," beber Madeng beralasan.

Sebab sejak awal dibangun, kawasan yang berada di Manggar selatan yang membatasi Kecamatan Manggar dan Kecamatan Damar memang memadukan konsep pariwisata dengan perikanan. "Pernah mau di pihak ketigakan. Cuma pihak ketiga terkendala banyaknya persyaratan. Kalau menjalankan, DKP untuk perikanan bisa tapi menyangkut wisatanya harus ada keterpaduan dengan Dinas Pariwisata karena cantolannya tidak ada," jelas Madeng.

Madeng secara terbuka mengaku bahwa wisata Mangrove yang dirancang di kawasan tersebut belum selesai bila mengacu pada konsep. Idealnya, wisata Mangrove akan dilengkapi dengan fasilitas umum lainnya termasuk adanya penangkaran satwa dan segala macamnya.

"Karena tidak ada keberlanjutan pembangunan disitu. Itu kan memang hanya tahap awal dibangun. Memang seharusnya ada dukungan anggaran pula untuk menyelesaikan itu. Kalau hanya sebatas itu paling untuk orang lewat situ saja. Kan sebenarnya konsep kalau 100 persen lengkap objek pariwisatanya," tandasnya. (msi)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Kapolda Babel Berharap Pemilu 2019 Berjalan Aman dan Lancar
Kapolda Babel Berharap Pemilu 2019 Berjalan Aman dan Lancar
Selasa, 18/09/2018 23:03 WIB
PANGKALPINANG - Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Ball Room Tanjung Kelayang Kantor Bank Indonesia
Honorer Pemprov Babel Ini Nyambi Jualan Sabu
Honorer Pemprov Babel Ini Nyambi Jualan Sabu
Jum'at, 07/09/2018 23:00 WIB
PANGKALPINANG- Satuan Narkoba Polres Pangkalpinang meringkus pengedar narkoba jenis sabu di Jalan Padang Lama Kelurahan Air Hitam Kecamatan Bukit Intan
Polres Pangkalpinang Release Pencurian di Bagasi Lion Air Bandara Depati Amir
Polres Pangkalpinang Release Pencurian di Bagasi Lion Air Bandara Depati Amir
Jum'at, 07/09/2018 18:08 WIB
PANGKALPINANG - Kepolisian Resort Pangkalpinang menggelar press release terkait pengungkapan kasus pencurian di bagasi pesawat Lion Air. Jumat (7/9) siang.
Nelayan Temukan Mayat Berbaju Kaos Biru Bercelana Jeans Lea
Nelayan Temukan Mayat Berbaju Kaos Biru Bercelana Jeans Lea
Selasa, 04/09/2018 14:06 WIB
PANGKALPINANG - Warga kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang sudah menjadi tengkorak. Mayat yang