Kasus Trailer Tak "Dicincang" Berbuntut Panjang //Sejumlah LSM Akan Bawa ke Ranah Hukum


Kasus Trailer Tak "Dicincang" Berbuntut Panjang //Sejumlah LSM Akan Bawa ke Ranah Hukum

PERMASALAHAN Dump Truk-Trailer yang sebelumnya sempat diamankan di Satlantas Polres Bangka Tengah sejak 2016 lalu, hingga dilepas dalam pekan kemarin karena pihak CV SMS selaku pemenang tender lelang scrap aset eks PT Koba Tin berbuntut panjang. 
    
Pasalnya, pada Senin (5/2) kemarin, sebagaimana hasil konfirmasi harian ini kepada Usmanda selaku pihak CV SMS menegaskan jika barang yang dilelang tersebut sudah dipotong-potong "Dicincang". 
    
Keesokan harinya, Selasa (6/2), terbitlah pemberitaan di harian Radar Bangka (JPNN) yang memuat statemen Usmanda yang notabene berstatus PNS di lingkungan Pemkab Bangka. 
    
Kemudian, Selasa (6/2) sore, pihak redaksi harian ini menerima informasi jika Dump Truk dan Trailer yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut, dalam keadaan utuh dan terparkir di bengkel alat berat "Ramon" beralamat di Jalan Selan, Pangkalanbaru. 
    
Tak menunggu lama, harian ini melakukan penelusuran untuk membuktikan kebenaran tersebut. Dan ternyata benar, kedua alat berat yang merupakan barang impor tersebut memang ada dan masih utuh tidak seperti yang disebutkan Usmanda dalam statemennya. Bahkan, tim sempat mengabadikan keberadaan dua unit alat itu dengan foto dan video. 
    
Saat dikonfirmasi salah seorang yang berada di bengkel tersebut, menegaskan jika barang itu sebelumnya dititipkan oleh Hendri.  Kemudian, pihak redaksi mengklarifikasi permasalahan ini kepada Usmanda. Dijelaskannya, jika sebelumnya trailer yang mengangkut Dump Truk berstatus waiting list pinjam pakai dari PT Truba tersebut sempat diamankan di Satlantas Polres Bangka Tengah, karena tidak memiliki kelengkapan surat menyurat. 
    
Hanya saja, diakui Usmanda didampingi oleh Fahrizan, bahwa yang masuk dalam barang lelang aset PT Koba Tin dalam bentuk scrap kala itu hanya bagian buntut trailer saja. Sementara, kepala Trailer tersebut adalah pinjam pakai dari PT Koba Tin. 
    
"Kami siap ikuti aturan, kalau memang harus dipotong atau dicincang ya kami lakukan," ujar Usmanda kepada harian ini, Selasa (6/2) malam. 
    
Sementara Ketua LSM KCBI Bangka Belitung, Edi Muslim melihat permasalahan ini penuh kejanggalan, karena jelas sedari awal aset yang dilelang itu harus keluar dari areal gudang Work Shop PT Koba Tin dalam bentuk scrap.

"Nah, ini kenapa dikeluarkan dalam bentuk unit utuh. Artinya, bukan dalam bentuk scrap atau potongan. Sedari awal kami lihat ini janggal, bagaimana CV SMS bisa menaksir dengan tepat unit yang dilelang itu bilamana tidak dipotong. Dan pastinya, ini penuh kejanggalan dan keanehan," kata Edi kepada harian ini, Kamis (8/2).
    
Sementara trailer yang diamankan pihak Satlantas Polres Bangka Tengah sebelumnya, juga janggal, apakah benar ada bukti dokumen resmi pinjam pakainya, termasuk Dump Truk yang diklaim pinjam pakai dari PT Truba. "Ya jelas lah ditilang, karena selain trailer itu tidak dilengkapi surat menyurat juga apakah layak alat itu beroperasi di jalan raya," katanya. 
    
Edi menegaskan, atas banyaknya kejanggalan dalam kasus Dump Truk-Trailer ini, maka LSM KCBI dan Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Provinsi Bangka Belitung menyatakan siap mengawal kasus ini sampai tuntas. 
    
"Besok atau lusa, kami akan laporkan kasus ini kepada pihak berwajib agar diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, keterlibatan oknum PNS dalam CV SMS ini sejauh mana, karena kalau merunut ke aturan yang ada Perpres 54 tahun 2010 tentunya menyalahi, belum lagi statemen hoax, pembohongan publik ini sudah bisa disangkakan pidana juga," tegasnya. 
    
Selain itu, Edi menyayangkan kurang pekanya sejumlah media massa selaku corong informasi publik yang seharusnya terdepan dalam menyoroti kasus ini, termasuk banyaknya Ormas yang ada bahkan ketika pemberitaan ini sudah memviral.

"Ini ada apa, banyak media di Babel Ini kok hanya Radar Bangka yang peka dalam kasus ini. Kalau sampai demikian, tentunya sangatlah disayangkan. Banyak juga awak media yang bertugas di Bangka Tengah, kok kecolongan ya?, padahal Dump Truk-Trailer yang segede 'gaban' yang terparkir di halaman Satlantas itu bisa terpantau dari pinggir jalan raya lho, ini patut dipertanyakan ada apa?," tandasnya. 
    
Terpisah, Kapolres Bangka Tengah, AKBP Edison Sitanggang SIk saat dikonfirmasikan terkait trailer yang tidak discrab atau dicincang mengaku pihaknya akan menyelidiki kasusnya lebih lanjut. "Memang sebelumnya trailer itu sempat ditilang oleh anggota Satlantas Polres Bateng. Berhubung mereka bisa menunjukkan surat pengurusan tilang dari pengadilan, lalu kami lepas trailer tersebut," kata Edison Sitanggang.
    
Namun, sambung Edison Sitanggang, terkait trailer itu sudah dibawa dari Koba ke Pangkalpinang dan ditempatkan di bengkel arah Jalan Selan, Kapolres akan menyelidiki lebih lanjut kenapa trailer tidak discrab atau dipotong-potong. "Intinya prosedur pihak kepolisian sudah benar, namun terkait tidak dipotong unit tersebut nanti akan diselidiki lebih lanjut," tegas kapolres. (tim) 





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Menkumham: Ego Nasional dan Ego Daerah Harus Dapat Dihilangkan
Menkumham: Ego Nasional dan Ego Daerah Harus Dapat Dihilangkan
Senin, 17/09/2018 11:39 WIB
PANGKALPINANG - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia Yasonna H. Laoly mendapat jamuan makan malam dari Pemerintah
Rumah Marjunto Hangus Terbakar
Rumah Marjunto Hangus Terbakar
Minggu, 09/09/2018 20:23 WIB
LUBUKBESAR - Diduga akibat korsleting aliran listrik, rumah Marjunto warga Dusun B1 Desa Lubukbesar, Kecamatan Lubukbesar, Bangka Tengah, ludes terbakar,
Tabrakan Maut Panther Vs Vixion, Denis Tewas di TKP
Tabrakan Maut Panther Vs Vixion, Denis Tewas di TKP
Sabtu, 08/09/2018 04:09 WIB
KOBA - Jika sebelumnya pada Kamis (6/9) sebelumnya kecelakaan Lalu lintas terjadi di ruas jalan raya desa Belilik tepatnya di
Polsek Sungaiselan Sambang Duka Korban Tewas Tenggelam
Polsek Sungaiselan Sambang Duka Korban Tewas Tenggelam
Kamis, 06/09/2018 16:37 WIB
SUNGAISELAN - Polsek Sungaiselan terus melakukan kegiatan sambang duka di kediaman keluarga Andika bin Moko bocah berusia 11 tahun korban