DPRD Sesalkan Peralihan Jamkesda Ke BPJS Dilakukan Tahun 2018


DPRD Sesalkan Peralihan Jamkesda Ke BPJS Dilakukan Tahun 2018

MUNTOK -- Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat yang hadir pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Dinas Kesehatan Babar dan BPJS bertubi-tubi mencecar dengan berbagai pertanyaan terkait kontroversi yang terjadi ditengah masyarakat mengenai peralihan pelayanan kesehatan dari Jamkesda ke BPJS.

RDP yang berlangsung di Gedung Mahlihai Betason II Kantor DPRD Babar pada Kamis (11/1) berlangsung tegang pasalnya, ada beberapa kekecewaan DPRD Babar terkait peralihan sistem pelayanan kesehatan di Babar ke BPJS.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Barat menggelar rapat terkait migrasi Jamkesda ke BPJS yang mana saat ini menuai kontroversi masyarakat Bangka Barat. Rabu (10/01/2018) sore. Pada RDP kemarin Ketua DPRD Babar, Hendra Kurniady sangat menyayangkan pemerintah daerah yang mengambil kebijakan migrasi (peralihan,red) dari Jamkesda ke BPJS dilakukan pada tahun 2018, dengan kondisi yang dianggapnya belum siap.

"Sejak adanya peralihan dari Jamkesda ke BPJS ini banyak sekali keluhan masyarakat yang kita dengarkan. Bahkan, teman teman dewan sini mengalami pelayanan yang kurang memuaskan, "keluh Hendra Kurniadi Ketua DPRD Babar, Kamis (11/1) sore.

Menurut Hendra, peralihan pelayanan kesehatan di Babar dari Jamkesda ke BPJS sebagaimana di amanatkan oleh Undang-Undang tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat dilakukan pada tahun 2019. Tidak hanya di tahun 2018 seperti saat ini.

"Sebetulnya kondisi kita belum siap untuk itu (peralihan,red) sosialisasi tentang masih sangat minim yang dilakukan oleh pemda kita. Dan peralihan ini sebetulnya sudah kita sarankan kepada pihak pemda baik pada rapat-rapat resmi sebaiknya dilakukan ditahun 2019 saja, tidak tahun ini karena secara aturan tahun 2019 itu seluruh daerah itu harus mengalihkan sistem pelayanan kesehatan daerah ke BPJS," sesal politisi dari PKS Babar Hendra Kurniadi. Kamis (11/1) sore.

Selain itu, menurut Hendra adanya kontroversi ditengah-tengah masyarakat Babar mengenai peralihan jaminan kesehatan di Babar tidak lain disebabkan minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh Pemda Babar maupun BPJS mengenai pelayanan kesehatan.

"Maka kita undang kemarin itu, untuk mencari solusi bagaimana agar pelayanan kesehatan kedepannya semakin baik artinya kita akan carikan solusi yang terbaik untuk masyarakat Bangka Barat  supaya masyarakat bisa menikmati proses kesehatan pelayanan yang baik," tandasnya.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Kepala OPD Banyak Tak Hadir Pada Upacara Peringatan Hari OTDA Ke 22
Kepala OPD Banyak Tak Hadir Pada Upacara Peringatan Hari OTDA Ke 22
Rabu, 25/04/2018 17:20 WIB
MUNTOK – Dari sekian jumlah kepala OPD yang ada di lingkungan Pemda Bangka Barat hanya 10 orang saja yang ikut
Meskipun Setengah Matang Hari OTDA Tetap Diperingati
Meskipun Setengah Matang Hari OTDA Tetap Diperingati
Rabu, 25/04/2018 16:15 WIB
MUNTOK - Ibarat pepatah “kepala di lepas buntut di pegang” begitu lah pepatah yang tepat perjalanan Otonomi Daerah (otda)
Peringati Hari Kartini, SD Muhammadiyah Gelar Berbagai Lomba Berbudaya Melayu
Peringati Hari Kartini, SD Muhammadiyah Gelar Berbagai Lomba Berbudaya Melayu
Rabu, 25/04/2018 16:11 WIB
MUNTOK - SD Muhammadiyah Muntok peringati hari Kartini ke 139 yang jatuh pada tanggal 21 April beberapa hari yang lalu
ASN Ongkang Ongkang Kaki Akan Diawasi Dengan E-Kinerja
ASN Ongkang Ongkang Kaki Akan Diawasi Dengan E-Kinerja
Selasa, 24/04/2018 16:12 WIB
MUNTOK -- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah terus melakukan transformasi menuju era