Gawat!! Penambang Babat Hutan Lindung, di Kolong Mayat & Kolong Jek


Gawat!! Penambang Babat Hutan Lindung, di Kolong Mayat & Kolong Jek

PARIT TIGA - Hutan Lindung merupakan hutan yang keberadaanya dilindungi oleh pemerintah karena kawasan hutan lindung fungsinya sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Wilayah hutan yang sudah ditetapkan sebagi hutan yang dikategorikan dilindungi memiliki peran sebagai penyuplai cadangan air bersih. 

Kawasan hutan yang sudah ditetapkan sebagai hutan lindung memiliki peran sebagai penyuplai cadangan air bersih, penahan erosi, sebagai paru-paru kota, dan masih banyak yang lainnya.

Kini ekspansi penambang pasir timah telah merambah bahkan membabat habis kawasan hutan lindung dengan aktivitas tambang ilegal semakin marak tanpa sembunyi karena tidak takut dengan aparat penegak hukum lagi.

Seperti yang berada di Kawasan Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), di lokasi yang sering di sebut Kolong Mayat dan Kolong Jek.

Berdasarkan penelusuran Radar Bangka. Di dua Kolong tersebut terdapat puluhan ponton Ti Apung jenis rajuk tower, dan rata-rata satu ponton bisa menghasil minimal puluhan kilogram pasir timah.

Ada dua penguasa atau yang biasa disebut pemilik lokasi tersebut. Untuk Kolong Mayat dikuasai oleh inisial SD dan Kolong Jek dikuasi oleh SU. Yang mana para penambang harus menyetorkan 20 persen dari pasir timah kepada para penguasa tersebut.
Menurut salah seorang penambang yang minta namanya dirahasiakan, kebanyakan penambang di lokasi tersebut berasal dari luar pulau Bangka.

"Setahu saya para penambang harus menyetor 20 persen hasil mereka kepada kedua orang tersebut. Untuk Kolong Mayat semua menyetor pada SD, namun jika di Kolong Jek, hanya sekitar tiga ponton saja yang menyetor pada SD, yang lain nyetor sama SU," jelasnya sambil mewanti-wanti agar namanya dirahasiakan.

Sementara Kepala Desa Ketap, Indra ketika dihubungi mengaku sudah lama tidak turun ke lokasi, sehingga tidak mengetahui jika masih ada aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut. "Saya sudah lama tidak turun kelapangan, jika memang masih ada ti ilegal disana, jadi saya tidak bisa memberi keterangan" jelas Indra pada Rabu malam. (7/3).

Terkait adanya penambang yang membabat hutan lindung, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Drs Syaiful Zachri MM melalui Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus), Kombes Pol Mukti Juharsa saat dikonfirmasikan terkait berita ini belum bisa dimintai komentarnya. Baik sambungan telepon maupun pesan WhastApp belum bisa dijawab. (rb)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
13 Parpol Sepakati Deklarasi Damai
13 Parpol Sepakati Deklarasi Damai
Rabu, 26/09/2018 00:47 WIB
MUNTOK - Sebanyak 13 Partai Politik (Parpol) yang akan bertarung pada Pemilu 2019 mendatang menandatangani Deklarasi Damai di Gedung Catur
Laka Maut di Desa Kacung 3 Tewas, 4 Luka luka
Laka Maut di Desa Kacung 3 Tewas, 4 Luka luka
Sabtu, 22/09/2018 09:45 WIB
MUNTOK-- Tiga orang tewas dan empat orang lainnya luka luka, setelah mobil Cayla dikemudikan MT (25) Warga Sungailiat, Bangka menabrak
309 Bacaleg Masuk DCT, 3 Diantaranya Masih Sengketa
309 Bacaleg Masuk DCT, 3 Diantaranya Masih Sengketa
Jum'at, 21/09/2018 12:18 WIB
MUNTOK- Daftar Calon Tetap (DCT) untuk Pileg Kabupaten Bangka Barat tahun 2019 telah ditetapkan oleh KPU, sebanyak 309 bacaleg dari
Dikeluarkan Guru, Siswa Kelas 6 SD Terancam Putus Sekolah
Dikeluarkan Guru, Siswa Kelas 6 SD Terancam Putus Sekolah
Jum'at, 21/09/2018 12:14 WIB
MUNTOK- Kasus guru memindahkan anak murid kembali terulang, kali ini menimpa DS, siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) 18