Misteri Hilangnya Dokumen BAP Novel Baswedan


Misteri Hilangnya Dokumen BAP Novel Baswedan

JAKARTA - Misteri hilangnya berita acara pemeriksaan (BAP) Novel Baswedan menjadi perhatian sejumlah kalangan. Pasalnya, hal ini ditengarai menjadi penghambat penanganan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menyebut bahwa ada unsur kesengajaan mengenai hilangnya BAP Novel Baswedan. Karena, hilangnya data penting di tangan penyidik merupakan hal yang mustahil. Tentunya juga perlu diusut kasus hilangnya BAP dan kasus penyerangan Novel dengan cara pembentukan tim independen.

"Sesuatu yang mustahil jika sebuah BAP hilang di tangan penyidik, karena semua pekerjaan penyidik itu terukur dan ada catatan berita acaranya," ungkapnya saat dikonfirmasi JawaPos.com melalui pesan singkat, Minggu (11/2). Bahkan, Fickar juga menyatakan bahwa kemungkinan tidak ditemukannya BAP itu bisa jadi karena belum dibuat.

Namun, menurutnya, hal yang aneh karena Novel Baswedan sendiri mengakui telah dilakukan pemeriksaan pada saat itu. Pemeriksaan tersebut dilakukan di Singapura sebelum operasi tahap pertama Novel dan didampingi pihak KPK.

"Tidak mungkin belum dibuat karena ada pengakuan Novel dan keterangan KPK BAP dengan pro justitia sudah dibuat di Singapura disaksikan kantor kedutaan besar," jelasnya.

Fickar menegaskan, jika sudah dibuat lalu BAP tersebut disebut hilang, maka ada pihak yang sengaja menghilangkan. "Memang sudah dibuat tetapi dihilangkan atau sengaja tidak dimunculkan baik secara resmi maupun ulah perorangan," ujarnya. Fickar menambahkan, ada kemungkinan indikasi tidak ada keseriusan dari pihak terkait untuk menuntaskan kasus ini. "Jika kemungkinan yang terjadi, maka ini sebuah indikasi memang penanganan kasus Novel Baswedan itu tidak serius," tuturnya.

Terakhir, penegasan dari Fickar perihal adanya salah satu Komisoner Ombudsman RI (ORI) Adrianus Meliala yang menyatakan tidak ditemukan BAP Novel dan harus dilakukakan pemeriksaan ulang, maka jalan keluarnya, harus ada tindakkan tegas dari Presiden untuk membentuk tim independen menangani kasus tersebut.

"Pernyataan pihak Ombudsman bisa menjadi dasar yang kuat bagi Presiden untuk membentuk tim independen yang harus menangani kasus Novel Baswedan," tutupnya.

Sebelumnya diketahui, ada kejanggalan yang diungkapkan Komisioner Ombudsman RI (ORI) Adrianus Meliala. Dia mendapati dokumen berita acara pemeriksaan (BAP) Novel yang hilang. Padahal, pada saat pemeriksaan itu, Novel diperiksa dan sudah di-BAP penyidik Polda Metro Jaya. "Hanya (dokumen) pemberian keterangan saja dari Novel (yang ada di kepolisian). Ada tanda tangan dan cap KBRI," ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin (10/2).

Dokumen yang tidak mirip BAP itu ditengarai menjadi akar lambatnya penanganan teror terhadap penyidik KPK tersebut. Adrianus mengatakan, kepada Ombudsman, penyidik Polda Metro Jaya memang mengatakan bahwa Novel belum pernah di-BAP. "Ini sesuai dengan perkataan penyidik (Polda Metro Jaya) bahwa Novel belum pernah di-BAP," ungkapnya.

Adrianus pun menyarankan agar dilakukan pemeriksaan ulang terhadap Novel yang kini sedang menjalani perawatan mata di Singapura. Dia juga mengusulkan kepada polisi untuk mendalami keterangan Novel yang sebenar-benarnya. "Keterangan Novel bisa didalami di bawah sumpah, bukan karena katanya si A, katanya si B," ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, terkait dengan pernyataan pihak tertentu yang menyampaikan bahwa adanya kendala penanganan perkara disebabkan belum bisa dilakukan pemeriksaan terhadap Novel, KPK menegaskan bahwa Novel telah diperiksa secara pro justitia, bahkan sebelum operasi mata tahap satu dilakukan.

“Saat itu pimpinan KPK juga mendampingi dan telah berkoordinasi dengan Kapolri dan Polda Metro Jaya. Jadi kami harap informasi-informasi yang disampaikan adalah informasi yang benar, sehingga tidak membuat publik salah memahami,” tegas mantan aktivis antikorupsi tersebut.

Terpisah menanggapi adanya hal ini, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menuturkan, Polri berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan pelaku penyiraman Novel. Sketsa orang yang diduga menjadi pelaku juga sudah tersebar. ”Kami berupaya sekuat tenaga,” tukasnya.(ipp/JPC)





Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Tak Ada Tanggal Merah untuk Berantas Korupsi
Tak Ada Tanggal Merah untuk Berantas Korupsi
Senin, 18/06/2018 21:37 WIB
JAKARTA -Meski memasuki hari libur Lebaran, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemberantasan korupsi tak berhenti. Juru Bicara KPK Febri Diansyah
KPK Pastikan Novanto Lunasi Uang Pengganti USD 7,3 Juta
KPK Pastikan Novanto Lunasi Uang Pengganti USD 7,3 Juta
Senin, 18/06/2018 21:19 WIB
JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, terpidana kasus korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto belum melunasi
Arus Mudik 2018 Alami Penurunan Kemacetan 60 Persen
Arus Mudik 2018 Alami Penurunan Kemacetan 60 Persen
Senin, 18/06/2018 21:16 WIB
JAKARTA -Puncak arus mudik 2018 telah berlalu. Bahkan sejumlah masyarakat saat ini satu persatu mulai kembali ke perantauan. Kendati demikian
Tim SAR Hentikan Total Pencarian, Semua Korban Hilang Sudah Ditemukan
Tim SAR Hentikan Total Pencarian, Semua Korban Hilang Sudah Ditemukan
Rabu, 13/06/2018 21:21 WIB
KAYUAGUNG - Pencarian korban tenggelamnya speed boot Albert yang mengalami kecelakaan Rabu (13/6) pukul 09.00 WIB akhirnya ditemukan.