Sanggar Dharma Habangka Kenalkan Tari Melayu Khek di Bali


Sanggar Dharma Habangka Kenalkan Tari Melayu Khek di Bali

GIANYAR – Sanggar Dharma Habangka dari Kabupaten Bangka Selatan (Basel)  memperkenalkan Tari Melayu Khek untuk pertama kalinya kepada masyarakat dan wisatawan, baik domestik maupun internasional Sabtu (14/4) malam, di Balai Budaya Gianyar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Basel Eddy Supriadi mengatakan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-247 Kota Gianyar tersebut, Sanggar Dharma Habangka menampilkan Tari Melayu Khek. “ Semoga dengan menampilkan tarian ini bisa memperomosikan budaya daerah kita Bangka Belitung, khususnya Bangka Selatan,”ujar Eddy kepada Radar Bangka, Minggu(15/4).

Menurut Eddy, berbagai cara dapat dilakukan untuk memperkenalkan budaya bangsa kepada dunia internasional. Salah satunya adalah memanfaatkan momentum HUT Kota Gianyar. Pasalnya,kawasan wisata Gianyar merupakan lokasi strategis untuk mempromosikan Tari Melayu Khek di dunia internasional.

“Sanggar Dharma Habangka ini menampilkan tarian Melayu Khek di Balai Budaya Gianyar lengkap dengan pakaian khas Bangka Belitung dan diiringi alunan musik dari Bangka Selatan. Nah,kita memperkenalkan tarian ini termasuk ke wisatawan,”jelas Eddy.

Sementara itu, Rendy salah satu penari Melayu Khek mengaku bangga bisa memperkenalkan tarian khas Bangka Selatan tersebut di Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia. Pria kelahiran Toboali yang memiliki hobi dan bakat sejak usia kanak-kanak ini berharap kebudayaan Bangka Selatan semakin dikenal wisatawan mancanegara melalui penampilan di Gianyar,Bali.

Menurutnya penampilan tari itu pun memukau sejumlah wisatawan yang saat itu tengah berlibur menikmati suasana di Balai Budaya Gianyar. Adanya penampilan tari Melayu Khek itu dibawa oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan sebagai salah satu agenda memperkenalkan Toboali City on Fire season 3 yang digelar pada  27 – 29 Juli 2018 mendatang.

“Harapanya semoga anak-anak Bangka Selatan lebih mencintai budaya, khususnya dibidang tari. Karena siapa lagi yang melestarikanya kalau bukan dari kita sendiri sebagai putra daerah.Banyak yang berkesan selama menari. Salah satunya adalah pada tahun 2010 lalu pernah menari didepan Presiden SBY pada saat tari Barongsai melayu tampil di Istana,”ujar Rendy.(bim)





Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
PSI Berharap Dirut Baru Tak Lupa Jenis Kelamin Pertamina
PSI Berharap Dirut Baru Tak Lupa Jenis Kelamin Pertamina
Senin, 23/04/2018 11:50 WIB
JAKARTA - Partasi Solidaritas Indonesia (PSI) menyambut baik langkah tegas pemerintah mencopot Elia Massa Manik dari posisi direktur utama PT
Dirjen Pajak Dukung Penegakan Hukum Oknum Kena OTT
Dirjen Pajak Dukung Penegakan Hukum Oknum Kena OTT
Kamis, 19/04/2018 09:48 WIB
JAKARTA - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mendukung penegakan hukum bagi oknum pegawai pajak yang terkena Operasi Tangkap
PT Timah Penghasil Timah Terbesar Kedua di Dunia
PT Timah Penghasil Timah Terbesar Kedua di Dunia
Senin, 16/04/2018 16:09 WIB
JAKARTA - Direktur Umum (Dirut) PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi saat ditanya wartawan, tak menepis jika PT Timah
 PT Timah Bagi Dividen 35 Persen, Laba TINS Meningkat 99 Persen
PT Timah Bagi Dividen 35 Persen, Laba TINS Meningkat 99 Persen
Senin, 16/04/2018 14:58 WIB
JAKARTA - PT Timah Tbk mengelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (16/4). Dalam rapat RSUP