Musda Golkar Sijunjung Ricuh, Kaca dan Pot Bunga Pecah Berserakan


Musda Golkar Sijunjung Ricuh, Kaca dan Pot Bunga Pecah Berserakan

Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kabupaten Sijunjung yang berlangsung di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Golkar Sumatera Barat (Sumbar), kawasan Jalan Rasuna Said, kota Padang, Minggu (15/4) sore, mendadak chaos.

Hal ini dipicu lantaran Ketua DPD Golkar Kabupaten Sijunjung hasil Musdalub, Arrival Boy menolak Musda tersebut dilangsungkan di DPD I Golkar Sumbar, meskipun atas perintah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

Buntut dari kekisruhan tersebut, sejumlah kaca di Sekretariat DPD Golkar Sumbar dipecahkan oknum partai Golkar yang belum diketahui dalangnya. Sejumlah pot bunga juga tampak berserakan, diduga dipecahkan massa dari Arrival Boy yang menolak dilaksanakannya Musda tersebut.

Ketua DPD Golkar Sumbar Hendra Irwan Rahim mengatakan, awalnya, Golkar Kabupaten Sijunjung telah menggelar Musda pada tanggal 6 September 2017 dan terpilihlah Arrival Boy sebagai Ketua Golkar Sijunjung untuk ketiga kalinya.

Namun, karena ada laporan dari beberapa pengurus di Sijunjung, tim verivikasi DPP lantas turun ke lapangan. "Hasilnya, keluar surat DPP pada DPD Golkar Sumbar dan memerintahkan untuk menggelar Musda. Ini tidak ada campur tangan DPD Golkar Sumbar, tapi murni datang dari DPP," terang Hendra Irwan Rahim pada sejumlah wartawan, Minggu (15/4) malam.

Lalu, terang Hendra, DPD Golkar Sumbar menindaklanjuti surat tersebut dengan menggelar Musda DPD Golkar Kabupaten Sijunjung, Minggu (15/4). Hal itu sesuai tenggat surat DPP yang menyuruh gelaran Musda pada tanggal tersebut.

Namun, tindakan Arrival yang juga Wakil Bupati Sijunjung saat gelaran Musda di DPD Golkar Sumbar, sangat disayangkan Ketua Golkar Sumbar. "Sampai gaduh, kaca pecah, itu kan tidak baik. Berbeda pendapat boleh, tapi jangan main anarkis seperti itu," katanya.

Hendra mengatakan, aksi pemecahan kaca itu terjadi di luar ruangan dan itu berbarengan dengan aksi penolakan yang dilakukan Arrival Boy dengan langsung mengambil mic usai menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pembukaan Musda.

"Tapi, bagaimana pun, ini urusan internal. Biar internal Partai Golkar yang menyelesaikannya. Namun biasanya, setiap ada kegiatan polisi pun datang untuk memonitor. Saya rasa polisi tahu masalah ini. Yang jelas, Musda DPD Golkar Sijunjung ini diadakan atas perintah dari pusat," tegasnya lagi.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, dalam pelaksanaan Musda itu, Arrival menolak digelarnya Musda tersebut karena apa yang telah dilakukan Golkar Sijunjung sudah sesuai prosedur. DPP bahkan kata Arrival, menyuruh Musda kembali tanpa jelas permasalahannya.

"Kami sudah bersusah payah melakukan pengkaderan, lalu kenapa ada Musda lagi," kata Arrival Boy dikutip JawaPos.com dari sejumlah rilis yang beredar di group WhatsApp. (rcc/JPC)





Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
PSI Berharap Dirut Baru Tak Lupa Jenis Kelamin Pertamina
PSI Berharap Dirut Baru Tak Lupa Jenis Kelamin Pertamina
Senin, 23/04/2018 11:50 WIB
JAKARTA - Partasi Solidaritas Indonesia (PSI) menyambut baik langkah tegas pemerintah mencopot Elia Massa Manik dari posisi direktur utama PT
Dirjen Pajak Dukung Penegakan Hukum Oknum Kena OTT
Dirjen Pajak Dukung Penegakan Hukum Oknum Kena OTT
Kamis, 19/04/2018 09:48 WIB
JAKARTA - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mendukung penegakan hukum bagi oknum pegawai pajak yang terkena Operasi Tangkap
PT Timah Penghasil Timah Terbesar Kedua di Dunia
PT Timah Penghasil Timah Terbesar Kedua di Dunia
Senin, 16/04/2018 16:09 WIB
JAKARTA - Direktur Umum (Dirut) PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi saat ditanya wartawan, tak menepis jika PT Timah
 PT Timah Bagi Dividen 35 Persen, Laba TINS Meningkat 99 Persen
PT Timah Bagi Dividen 35 Persen, Laba TINS Meningkat 99 Persen
Senin, 16/04/2018 14:58 WIB
JAKARTA - PT Timah Tbk mengelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (16/4). Dalam rapat RSUP