Tim Satgas Datangi PT SNS


Tim Satgas Datangi PT SNS

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel), melalui tim Satgas Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Usaha Perkebunan Kelapa Sawit mendatangi PT Suwarna Nusa Sentosa (SNS)  perusahaan sawit di Desa Malik, Bangka Tengah (Bateng), Senin (8/10), kemarin.

Ketua Tim Satgas Yulizar Adnan didampinggi anggota Armaini mengungkapkan, kedatangannya ke PT SNS tak lepas dari adanya laporan petani sawit, yang mengeluh dengan perusahaan tersebut karena telah menutup pengelolahan CPO, akibatnya TBS petani tidak tersalurkan.

“Kami  menanyakan permasalahan mengapa sampai pihak pabrik menutup kegiatan aktivitas pengolahan CPO sehingga tidak membeli TBS kepada petani melalui suplayer yang ditunjuk untuk dijelaskan  kepada pihak petani pekebun,” ujar Yulizar.
Yulizar juga kecewa dengan pihak perusahaan yang belum mematuhi harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Babel. Padahal, perusahaan tersebut telah bermitra dengan koperasi dan suplayer, ditambah lagi masalah tangki yang belum penuh terisi dalam batas ukuran full.

" Ya mereka menjawab, dengan alasan kapasitas tangki tak bisa mampu lagi untuk menampung CPO yang baru karena CPO yang sudah ada belum siap dipasarkan. Ini disebabkan karena belum terjadinya transaksi oleh pihak buyer seperti Sinarmas, Musimas, Wilmar dan AAL,"ujar Yulizar meniru ucapan pihak perusahaan.

Ditambah dengan harga yang ditetapkan oleh perusahan masih menguanakan harga lama dari manajemen di Medan, dengan alasan karena belum mendapatkan pemberitahuan dari Pemerintah Provinsi.

Dengan hasil temuan ini,  Yulizar mengatakan ada beberapa rekomendasi yang diambil, diantaranya melalui dinas terkait agar dapat memberikan teguran pertama. Kemudian menyampaikan surat keputusan penetapan harga yang sudah disepakati kepada gubernur untuk ditetapkan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Selain itu perusahaan bersama pemerintah serta suplayer dan koperasi wajib melakukan quality control agar hasil buah yang diterima sesuai standar yang diinginkan perusahaan. Juga wajib melakukan pengawasan, pengamanan, dan penindakan terhadap oknum yang melanggar kelancaran distribusi penjualan dan pemasaran TBS.

"Yang tak kalah pentingnya perusahaan juga wajib melaporkan kegiatan aktivitasnya baik berupa data perkebunan maupun data produksi serta kapasitas KPS kepada instansi yang berwenang dan Tim Satgas,"tegasnya. (wah)

 

 





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
TANGKAPAN BESAR BNN PROVINSI BABEL AMANKAN 1,2 KG SABU SENILAI RP1,5 MILIAR DARI TANGAN  4 TERSANGKA
TANGKAPAN BESAR BNN PROVINSI BABEL AMANKAN 1,2 KG SABU SENILAI RP1,5 MILIAR DARI TANGAN 4 TERSANGKA
Jum'at, 19/10/2018 18:23 WIB
PANGKALPINANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pimpinan Brigjen Pol Nanan Hadianto berhasil mengamankan narkoba jenis
Widiatmoko : Mari Kita Dorong Percepatan Pemerataan Tekhnologi dan SDM
Widiatmoko : Mari Kita Dorong Percepatan Pemerataan Tekhnologi dan SDM
Jum'at, 19/10/2018 12:06 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Asosiasi Dinas Komonikasi dan Informatika Provinsi se Indonesia, Hening Widiatmoko berharap adanya pemerataan bidang infrastuktur teknologi informasi
Amankan Pemilu 2019, 350 Personil Kodim 0413/BKA Disiagakan
Amankan Pemilu 2019, 350 Personil Kodim 0413/BKA Disiagakan
Jum'at, 19/10/2018 10:44 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 350 personil Komando Distrik Militer (Kodim) 0413/BKA telah disiagakan untuk membackup aparat kepolisian dalam upaya mengamakan Pemilu
Kementerian Pantau Pemanfaatan Bansapras Hibah
Kementerian Pantau Pemanfaatan Bansapras Hibah
Selasa, 16/10/2018 12:00 WIB
PANGKALPINANG - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan pemantauan terhadap pemanfaatan bantuan sarana dan prasarana (bansapras) yang diberikan oleh KKP