TI Ilegal Hampir Rambah Sawah Produktif, DPRD Basel Sayangkan Satpol PP Lambat Bertindak


TI Ilegal Hampir Rambah Sawah Produktif, DPRD Basel Sayangkan Satpol PP Lambat Bertindak

TOBOALI – Sekretaris Komisi 1 DPRD Bangka Selatan (Basel) Samsir dan atas nama Komisi 1 sangat menyayangkan tidak dan belum bertindaknya Satpol PP dalam melakukan penegakan peraturan daerah atau perundang-undangan yaitu dengan ditemukannya lahan sawah sawah produktif yang hampir dirambah Tambang Inkonvensional (TI) Ilegal di daerah Temayeng Desa Rias.

Menurut Samsir,dari informasi masyarakat, baik melalui media sosial, langsung maupun melalui media elektronik salah satu media lokal bahwa keberadaan tambang ilegal sudah merambah daerah persawahan temayeng berpotensi untuk mengganggu produktivitas produksi sawah tersebut.

"Hal tersebut jika dibiarkan bukan tidak mungkin akan berakibat pada terganggunya pasokan air atau proses irigasi yang menyebabkan sawah-sawah tersebut akan gagal panen karena kekurangan pasokan air dan ini berpotensi merugikan petani yang ada di temayeng Rias toboali," tegas Samsir kepada Radar Bangka, Senin (12/3).

Atas nama Komisi 1 merekomendasikan agar Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas pertanian, dan polisi akan secepatnya. Menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan mengedepankan asas persuasif dengan menegakkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagaimana Tupoksi Satpol PP untuk menegakkan peraturan daerah dan perundang-undangan yang berlaku.

"Dan solusi selanjutnya agar secepatnya menindaklanjuti Perda Nomor 3 tahun 2016, tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, juga Perda tentang RTRW dalam bentuk Peraturan Bupati dan Peraturan daerah tentang rencana Detail Tata Ruang yang sampai saat ini belum terselesaikan dikarenakan tidak dilengkapi data teknis. Karena sampai saat ini belum satu kecamatan pun yang memiliki Perda Rencana Detail Tata Ruang," tandas Samsir.

Pada Kamis (8/3) sebelumnya, 120 personil timgab Satpol PP Provinsi Bangka Belitung (Babel) dan Basel langsung turun melakukan Penertiban di lokasi tambang. Hanya saja, Kasat Pol PP Basel, Saut Ritonga yang langsung menuju lokasi ponton tersebut, para pekerja membantah aktivitas tersebut adalah menambang pasir timah.

Nawir dan Pakde yang berada di lokasi menyebutkan aktivitas tersebut bukanlah untuk menambah melainkan untuk menyedot pasir di lokasi tambak ikan patin sedalam hampir 2 meter.

Pihaknya bersama Satpol PP Provinsi Babel hanya berhasil menyita satu unit mesin TI yang berada di kawasan persawah Dusun Temayang. Ia pun mengakui setelah dicek di lokasi yang merupakan kawasan tambak ikan darat.

"Setelah kita cek dilokasi memang lokasi kolam itu setelah dicek ada mesin TI dan Sakan tapi berdasarkan pengakuan pemilik kolam itu digali untuk tambak ikan patin dan bangunan kolam itu di sekitarnya ada tambak-tambak ikan. Tapi sekitar lokasi berjarak 200 meter temukan ada mesin, nah itu yang kami sita," ujat Saut kepada wartawan. (bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Oknum Guru Dipecat Tidak Hormat
Oknum Guru Dipecat Tidak Hormat
Rabu, 26/09/2018 00:38 WIB
TOBOALI – Masih ingat kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Toboali, berisial WP (30) terhadap
Batita Penderita Rubella Akan Dirujuk ke RSCM
Batita Penderita Rubella Akan Dirujuk ke RSCM
Senin, 24/09/2018 19:33 WIB
TOBOALI – Bayi tiga tahun (Batita), Nayla (14 bulan) yang menderita virus rubella atau Conginetal Rubella Syndrom (CRS) langsung mendapatkan
DP3 Basel Buat Perda & Perbup Bantuan 4 Alat Berat
DP3 Basel Buat Perda & Perbup Bantuan 4 Alat Berat
Senin, 24/09/2018 18:49 WIB
TOBOALI – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) telah memprakarsai pembentukan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan
Pembangunan RS Pratama di Payung Capai 47,9 persen
Pembangunan RS Pratama di Payung Capai 47,9 persen
Senin, 24/09/2018 18:46 WIB
TOBOALI – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama di Desa Payung, Kecamatan Payung sudah berlangsung 4 bulan dan masuk bulan