Jaksa Selidiki Penerima Aliran Dana Makan Minum Setda Basel


Jaksa Selidiki Penerima Aliran Dana Makan Minum Setda Basel

TOBOALI – Kejaksaan (Kejari) Bangka Selatan (Basel) mendalami soal aliran dana tindak pidana korupsi terkait  anggaran makan dan minum (mamin) di Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel. Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Basel, Safrianto Zuriat Putra SH, MH dalam konfrensi pers di Aula Kantor Kejari Basel kepada wartawan, Selasa (31/7).

"Ini masih kita cari bukti – bukti lainnya kemana aliran dana kerugian tersebut. Dari para saksi yang diperiksa masih mendalami terkait proses anggaran dan lacak aliran kemana.Yang akan kita minta pertanggungjawaban adalah sesuai tupoksinya dalam pelaksanaan atau kegiatan ini. Apakah pengguna anggaran,pokoknya pejabat sesuai dengan pidana dan alat bukti yang ada," kata Kajari Basel,Safrianto Zuriat Putra didampingi Kasi Pidsus, Rudi Apriansyah.

Dalam perkara ini, meski masih menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), jaksa telah menghitung sendiri kerugian sebesar Rp 1,5 miliar. Temuan kerugian itu yang menjadi salah satu fokus jaksa saat ini. Pihaknya pun dalam waktu dekat ini akan memeriksa 20 saksi dalam kasus tipikor di Setda Basel.

"Statusnya sudah Dik (penyelidikan) umum dimulai kemarin, (Senin, 30/7) sesuai diterbitkannya surat perintah penyidikan nomor 216/N.1.N.9.15/FD.1/07/2018 tanggal 30 Juli 2018 atas dugaan tipikor dalam pelaksanaan belanja makanan dan minuman pada kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran (setda) sebesar Rp. 2,3 miliar serta belanja makanan dan minuman pada kegiatan fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas Bupati dan wakil Bupati Basel pada sekreatariat daerah kabupaten Basel sebesar Rp. 1,6 miliar tahun anggaran 2017," beber Safrianto.

Pria berkacama ini menambahkan dalam penentuan penetapan tersangka, tim penyidik Kejari Basel akan memanggil kembali 20 saksi untuk menemukan titik terang siapa tersangkanya.Meski begitu, Safrianto mengakui saat ini telah menyimpan nama-nama calon tersangka dan untuk ditetapkan sebagai tersangka   dalam waktu 90 hari kedepan.

"Nama-nama sudah kita simpan karena masih menunggu keterangan saksi-saksi kembali untuk dikumpulkan bahan keterangan dan penyitaan terhadap dokumen – dokumen yang berhasil kita kumpulkan dan pelacakan hasil dugaan tipikor. Sedangkan dalam penetapan tersangka dalam status penyidikan selama 30 hari kerja dan akan diperpanjang 2 kali, yakni 90 hari kerja," jelasnya.

Safrianto menambahkan meski tidak ada temuan BPK dalam kasus ini, pihaknya melakukan penyidikan berdasarkan adanya laporan dari masyarakat. "Ini tidak ada temuan BPK, walaupun tidak ada temuan (kerugian negara) tidak menutup adanya pidana didalam itu dan ini berdasarkan laporan dari masyarakat dan ada peristiwa (dugaan tipikor,"pungkas Safrianto. (bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Bawaslu Basel & Penyuluh KB Gelar Pendidikan Pemilu Bagi Para Ibu
Bawaslu Basel & Penyuluh KB Gelar Pendidikan Pemilu Bagi Para Ibu
Minggu, 21/10/2018 23:01 WIB
TOBOALI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) libatkan Penyuluh Keluarga Berencana (KB) se- Kabupaten Basel dalam
Bos Timah Bukong Nekat Garap Lahan PT Timah Meski Tak Kantongi Izin
Bos Timah Bukong Nekat Garap Lahan PT Timah Meski Tak Kantongi Izin
Minggu, 21/10/2018 20:55 WIB
TOBOALI - Bos timah besar asal Kabupaten Bangka Selatan, Bukong warga Simpang Ampera, Toboali nekat mengarap lahan PT Timah meskipun
BUKONG JADIKAN LAHAN PEMKAB BASEL  LOKASI TAMBANG,  POL PP MINTA SEGERA TIMBUN KEMBALI
BUKONG JADIKAN LAHAN PEMKAB BASEL LOKASI TAMBANG, POL PP MINTA SEGERA TIMBUN KEMBALI
Sabtu, 20/10/2018 13:44 WIB
TOBOALI - Aktivitas tambang ilegal milik Bukong di belakang perkantoran Pemkab Basel ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (
PT Timah Buka Akses Jalan, Masyarakat : Pompong is Goodbye
PT Timah Buka Akses Jalan, Masyarakat : Pompong is Goodbye
Jum'at, 19/10/2018 11:21 WIB
BASEL - Begitu bahagianya warga Dusun Pengkalen Batu, Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan. Sebab, kini mereka tak perlu