Manufacturing Hope 99 Gotong Royong untuk 86,4 Juta Orang Miskin



Bapak Presiden SBY hadir di acara ini. Beliau tidak hanya menyaksikan. Beliau ingin program bersejarah yang terjadi di era kepemimpinan beliau ini sukses.
     
BPJS memang akan mengubah sistem jaminan kesehatan nasional. Tahun pertama baru menyangkut 86,4 juta orang. Tapi, inilah dasar yang kukuh untuk sistem kesehatan negara modern nanti.
     
Karyawan BUMN dan keluarganya tidak termasuk yang 86,4 juta itu. Keikutsertaan BUMN bisa menambah kualitas layanan untuk yang 86,4 juta orang itu.
     
Siapakah 86,4 juta orang itu? Mereka adalah rakyat miskin dan hampir miskin. Mulai 1 Januari 2014, kesehatan mereka ditanggung pemerintah. Melalui layanan Askes yang berganti nama BPJS Kesehatan.
     
Baru kali ini terjadi dalam sejarah Republik Indonesia pengobatan untuk seluruh orang miskin dan hampir miskin ditanggung oleh pemerintah.
     
Tentu layanan yang bisa diberikan kepada 86,4 juta orang miskin itu belum akan memuaskan. Tiap orang baru mendapatkan jatah Rp 19.000 per bulan. Rata-rata. Artinya,  kalau banyak yang tidak sakit,  jatah untuk yang sakit bisa  lebih besar daripada itu.
     
Meski belum memuaskan,  tapi sejarah sudah dimulai. Meningkatkannya akan jauh lebih mudah daripada  memulainya. Ini bukan hanya soal uang. Tapi juga komitmen. Di dalamnya menyangkut pembangunan sistem. Termasuk membangun kapasitas pengelolaannya.
     
Sesuai dengan UU Nomor  24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, BPJS Kesehatan tidak di bawah BUMN. Mulai 1 Januari nanti, PT Askes (Persero) menjelma jadi BPJS Kesehatan dan bukan lagi BUMN.
     
Kita akan punya pengalaman baru. Sebuah lembaga layanan masyarakat tidak berbentuk perusahaan. BPJS tidak boleh mencari laba. Dana operasional BPJS Kesehatan dijatah dari persentase dana kesehatan yang diperoleh dari APBN. Juga tidak boleh punya anak perusahaan. Karena itu, anak perusahaan PT Askes, PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia, akan diakuisisi BUMN lain sebelum akhir tahun ini.
     
Banyak yang  mengkhawatirkan sistem pengelolaan yang seperti itu tidak akan merangsang manajemen BPJS untuk maju. Tidak ada sistem insentif yang memadai. Tapi biarlah semua berjalan dulu. Kalau BUMN mempersoalkan itu, nanti terkesan tidak rela melepaskannya.
     
Mengapa keikutsertaan BUMN disebut gotong royong? Sebab, keikutsertaan BUMN akan memperkuat BPJS. Si kuat membantu yang lemah. Si muda membantu yang tua. Si sehat membantu yang sakit.
     
Dirut PT Askes Dr dr Fachmi Idris berhasil meyakinkan itu. BUMN akan membayar ke BPJS Rp 50.000 per bulan per orang. Karyawannya muda-muda sehingga diasumsikan masih jarang sakit. Pendidikannya juga lebih tinggi. Kesadaran hidup sehatnya lebih tinggi.
     
Dirut Askes harus mencari sebanyak-banyaknya peserta yang seperti BUMN itu. Agar semakin banyak yang ikut gotong royong. Dengan demikian, rakyat miskin yang jatahnya Rp 19.000 itu bisa mendapatkan layanan lebih daripada itu.
     
Yang juga sangat penting adalah disiplin pada sistem rujukan. Jangan semua orang sakit langsung masuk RS. Rumah sakit haruslah hanya tempat rujukan dari puskesmas.
     
Dengan BPJS Kesehatan ini,  pengentasan kemiskinan bisa lebih berhasil. Selama ini banyak orang yang berhasil diangkat dari kemiskinan. Namun, mereka langsung kembali miskin manakala salah seorang anggota keluarganya sakit.
     
Selamat berpisah PT Askes (Persero). Selamat datang BPJS Kesehatan. Sebanyak 86,4 juta rakyat miskin menanti pelayananmu! (*)



Berikan Komentar

dahlaniskan Lainnya
Manufacturing Hope 87 Tikus Gigi Jelek dan Bandara Ungguli Penang
Manufacturing Hope 87 Tikus Gigi Jelek dan Bandara Ungguli Penang
Senin, 29/07/2013 00:44 WIB
SEHARI kemarin, hari Minggu pagi, 5.000 lebih tikus berhasil digeropyok petani di Karawang, Sleman, dan Klaten. Musim hujan yang panjang tahun lalu, juga tahun ini, membuat petani sangat bernafsu tanam padi setahun tiga kali.
Kejutan Jokowi di Shanghai
Kejutan Jokowi di Shanghai
Selasa, 06/09/2016 15:12 WIB
INI baru untuk kali kedua saya melihat langsung penampilan Presiden Jokowi. Sabtu, 3 September lalu. Di Shanghai. Dalam forum pertemuan dengan masyarakat Indonesia. Di sela-sela acara presiden yang padat menghadiri KTT G20 di Hangzhou,
Lima Sendok Listrik untuk Bintuni dan Sebatik
Lima Sendok Listrik untuk Bintuni dan Sebatik
Rabu, 25/12/2013 17:34 WIB
BINTUNI minggu ini sudah akan berbeda dengan Bintuni minggu lalu. Berbeda pula dengan Bintuni dua tahun silam, saat saya masih menjabat Dirut PLN. Minggu ini Bintuni adalah Bintuni yang berlistrik.
Agar Ahok Tidak Kalah dari Aslinya
Agar Ahok Tidak Kalah dari Aslinya
Senin, 26/10/2015 19:41 WIB
HARI Minggu kemarin Pilkada serentak berlangsung di Colombia. Benar-benar serentak. Mulai gubernur sampai walikota/bupati. Walikota Bogota yang sudah berhenti pada 2000 lalu