Ada Upaya Gagalkan Ridwan Kamil Maju Pilgub Jabar 2018


Ada Upaya Gagalkan Ridwan Kamil Maju Pilgub Jabar 2018

JAKARTA - Pengamat politik Indo Barometer M Qodari menilai ada upaya untuk menggerus dukungan terhadap Ridwan Kamil jelang Pilgub Jabar 2018.

"Bisa saja ada upaya untuk menggunduli dukungan kepada RK (Ridwan Kamil)," kata Qodari kepada JPNN, Rabu (20/12).

Dia berkaca pada sikap beberapa partai politik yang sebelumnya mendukung RK.

Salah satunya Partai Golkar. Saat ini, Golkar sudah menarik dukungan terhadap wali kota Bandung itu.

Selain itu, PPP dan PKB juga berpeluang mengikuti langkah Golkar.

Pasalnya, RK tidak kunjung memutuskan calon pendamping yang diusulkan dua partai besar tersebut.

Alhasil, hanya Nasdem yang masih konsisten mendukung pria kelahiran 4 Oktober 1971 itu.

Menurut Qodari, situasi itu terjadi karena RK merupakan kandidat pemenang Pilgub Jabar 2018.

"Karena dia calon terkuat, jadi dibikin supaya dia tidak bisa maju sehingga pertarungan jadi lebih terbuka," tambah Qodari. (fat/jpnn)





Berikan Komentar

Demokrasi Lainnya
Konflik Hanura Melebar ke Masalah Uang
Konflik Hanura Melebar ke Masalah Uang
Senin, 22/01/2018 07:39 WIB
JAKARTA-Bukannya mereda, konflik internal Partai Hanura malah makin meruncing, merembet ke ranah hukum.
Oso Mengaku Terima Dukungan Mayoritas Pendiri Hanura
Oso Mengaku Terima Dukungan Mayoritas Pendiri Hanura
Senin, 22/01/2018 07:34 WIB
JAKARTA -Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang merasa di atas angin. Politikus yang beken disapa dengan panggilan Oso itu
Isu Mahar Politik Kian Panas, Pak Bamsoet Waswas
Isu Mahar Politik Kian Panas, Pak Bamsoet Waswas
Jum'at, 19/01/2018 16:15 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengaku prihatin dengan maraknya isu mahar politik antara calon kepala daerah
Bisa Jadi Jokowi Tarik Agum dan Moeldoko untuk Hadang Gatot
Bisa Jadi Jokowi Tarik Agum dan Moeldoko untuk Hadang Gatot
Jum'at, 19/01/2018 14:58 WIB
JAKARTA - Sejumlah spekulasi bermunculan menyikapi langkah Presiden Joko Widodo menarik dua pensiunan TNI berpangkat jenderal ke lingkaran dekatnya. Yakni