Oso Mengaku Terima Dukungan Mayoritas Pendiri Hanura


Oso Mengaku Terima Dukungan Mayoritas Pendiri Hanura

JAKARTA -Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang merasa di atas angin. Politikus yang beken disapa dengan panggilan Oso itu mengaku mendapat dukungan dari mayoritas pendiri Hanura untuk tetap memimpin partai yang kini telah berusia 11 tahun itu.

Oso mengatakan, ada lebih dari separuh pendiri Hanura yang memberikan dukungan tertulis untuknya. "Lebih dari 50 persen ke kami. Ada 65 orang (pendiri) yang hadir hari ini," kata Oso dalam jumpa pers di sela-sela silaturahmi dengan pendiri Partai Hanura di Jakarta Selatan, kemarin.  

Oso menjelaskan kedatangan para pendiri Hanura karena prihatin dengan kondisi yang terjadi di partai yang kini didera konflik internal itu. Menurut Oso, para pendiri menginginkan Partai Hanura tetap solid.

Terlebih lagi, Hanura akan menghadapi verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Jika proses ini terhambat, itu karena ada orang-orang yang merusak," tegas Oso. 

Karena itu, Oso memberikan kesempatan kepada kader Hanura yang membuat kepengurusan tandingan untuk kembali. Tujuannya untuk memperjuangkan niat tulus dan cita-cita pendiri yang telah berdarah-darah mendirikan Hanura.

"Jangan ada orang baru ngaku sebagai pendiri, padahal sama sekali bukan pendiri partai," ungkap Oso. 

Salah satu pendiri Partai Hanura Yus Yusman Sumantara mengatakan, ada 114 tokoh yang memberi kuasa kepada 17 orang untuk mendirikan Hanura. Ke-17 tokoh pendiri Hanura adalah Jenderal (Purn) Wiranto, Yus Usman Sumantara, Fuad Bawazier, almarhuman Tuti Alawiyah, Marsekal Madya (Purn) Budi Santoso,
almarhum  Mayjen (Purn) Aspar Aswin, Laksmana (Purn) AL Bernard Sondakh, Jenderal (Purn) Fahrurrazi, Yusuf Marta, Jenderal (Purn) Subagyo HS, Sumardjo, Chairudin Ismail, Samuel Koto, Iing Solihin, Teguh Samudera, drh Ketut dan Letjen Purn Suaedy Marasabesy.

"Itu 17 orang yang  menandatangani akta pendirian partai yang mendapat surat tugas 114 pendiri," kata Yus dalam kesempatan tersebut. 


Iing Solihin menegaskan, dari 114  pendiri itu tidak ada nama Sarifuddin Sudding dan Dossy Iskandar. "Jadi mereka bukan sebagai pendiri," kata Iing pada pertemuan yang dihadiri 16 pelaksana tugas ketua DPD dan 15 ketua DPD Partai Hanura kubu Oso itu.(boy/jpnn)
     





Berikan Komentar

Demokrasi Lainnya
Soal Radar Bogor, Megawati Keluarkan Tiga Maklumat
Soal Radar Bogor, Megawati Keluarkan Tiga Maklumat
Senin, 04/06/2018 08:15 WIB
JAKARTA - Kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggeruduk kantor Radar Bogor beberapa waktu lalu. ‎Mereka tidak segan-segan
Duet Jokowi-Prabowo Tidak Cocok
Duet Jokowi-Prabowo Tidak Cocok
Kamis, 26/04/2018 14:54 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan wacana duet Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra
Pilpres 2019 Jangan Dua Putaran, Utang LN Sangat Bersar
Pilpres 2019 Jangan Dua Putaran, Utang LN Sangat Bersar
Kamis, 26/04/2018 14:52 WIB
JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai ada dua persoalan besar bila Pilpres 2019 berlangsung dua putaran. Pertama, bakal
Anies Diramal jadi Juru Selamat Negeri
Anies Diramal jadi Juru Selamat Negeri
Kamis, 26/04/2018 14:51 WIB
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak tersanjung atas pernyataan politikus senior PAN Amien Rais, yang menyebut dia