Duka Keluarga Herlina, Sempat Berfirasat Buruk, Tetap Berusaha Ikhlas


Duka Keluarga Herlina, Sempat Berfirasat Buruk, Tetap Berusaha Ikhlas

Siapa sangka umur Herlina (17), siswi SMK Negeri 5 Pangkalpinang terbilang pendek. Memang jodoh, rezeki dan maut semuanya di tangan Sang Pencipta (Allah SWT). Akibat kecelakaan tunggal yang menimpanya di Desa Belilik usai berkunjung ke rumah teman dekatnya di Koba, Bangka Tengah, Minggu (3/8), lalu sekitar pukul 17.50 WIB. Duka mendalam pun sangat dirasakan oleh orang tua Herlina (Herioko dan Marlinda). Ayah Herlina sempat memiliki firasat buruk namun tetap berusaha tegar dan ikhlas.

DIKO-PANGKALPINANG 

Awan bergelayut di atas langit seolah mengiringi pengantaran jenazah Herlina ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Keluarga dekat, tetangga dan juga guru serta teman sekolahnya ikut mengantar ke TPU Banten Pangkalpinang sekitar pukul 10.00 WIB. Untaian doa dipanjatkan kepada almarhumah saat liang lahat sudah ditimbun oleh tanah merah. Isak tangin pun pecah seolah tak menyangka kepergian Herlina yang dikenal anaknya baik, pergi untuk selama-lamanya. 

Usai dimakamkan kesedihan masih terlihat di raut wajah kedua orang tua Herlina yang tingga di Jalan Amd Kelurahan Bukit Merapin Pangkalpinang.

Kejadian bermula ketika Korban yang mengendarai sepeda motor merk Yamaha Mio GT warna hitam ini pulang Usai bertamu ke rumah teman dekatnya di Desa Lubuk Bangka Tengah. Korban yang melaju dari arah Koba menuju Pangkalpinang coba mendahului kendaraan didepannya tepatnya di Desa Belilik.

Namun saat ingin menyalip ternyata ada kendaraan lain dari arah berlawanan datang. Sontak korban mencoba menghindar dan menabrak toko milik warga yang berada dilokasi kejadian dan meninggal dilokasi kejadian.

Orangtua korban, Herioko (42) dan Marlinda (40), tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Hal ini terlihat saat wartawan Radar Bangka, Diko Subarja mendatangi rumah korban seusai prosesi pemakaman.

Ketika itu, rumah almarhumah sesak dipenuhi masyarakat keluarga dan guru-guru yang ingin mengantarkan almarhumah ke peristrahatan terakhirnya. Wajah sedih pun tak dapat ditutupi saat Herioko (42) ayah korban ditanya perasaannya saat mendengar berita anak putri satu-satunya telah terbujur kaku dirumah sakit.

"Sampai saat ini kami masih tidak percaya kalau putri kami sudah meninggalkan kami selamanya. Dia anak baik dan pendiam, selalu patuh kepada orangtua," ucapnya.

Ia menjelaskan, bahwa awalnya mereka tidak tahu kalau korban berkunjung ke rumah temannya di Koba, Bangka tengah. Karena saat berpamitan, kepada Ayahnya ingin menjenguk gurunya yang sedang sakit.

"Saya tidak tau, dia kesana (Koba-red) karena awalnya hanya izin menjenguk gurunya yang sedang sakit. Tapi Ibunya punya firasat kalau lina (panggilan korban), bertamu ke rumah temannya di Koba," jelasnya.

Herlina yang dikenal baik, pendiam, dan selalu patuh dengan orang tua ini meninggalkan kesedihan yang mendalam tidak hanya bagi keluarganya tapi guru-guru dan rekan-rekan yang ditinggalkannya.

Hal ini disampaikan, Basir, Kepala SMKN 5 Pangkalpinang, tempat korban bersekolah. Dikatakannya, bahwa almarhumah memiliki kepribadian yang baik dan pintar dan selama bersekolah di SMKN 5, korban tercatat sebagai pelajar yang disiplin dan tidak pernah bermasalah dengan pihak sekolah.

"Kami masih tak percaya, anak murid kami yang terkenal baik dan tidak pernah macam-macam disekolah ini harus meninggalkan kami semua, saya mewakili SMKN 5 turut berduka atas meninggalnya siswa kami tercinta semoga amal ibadahnya diterima diSisi Allah SWT," cerita Basir haru.

Hal senada juga disampaikan salah satu teman dekat korban yang juga merupakan tetangga dan teman sekelasnya, Fadillah. Ia tak dapat menyembunyikan kesedihannya saat mendengar berita bahwa teman dekatnya telah meninggalkannya.

"Dia salah satu satu teman dekat saya, kami sering berangkat sekolah bareng, saya tidak percaya. Padahal Kami pernah berjanji kalau ingin lulus sekolah bareng, ia sudah meninggalkan kami, tapi harapan ini akan kami wujudkan," ucapnya sambil terisak nangis.

Selain itu juga, almarhumah sempat menyampaikan pada ayahnya tentang keinginannya untuk dapat melanjutkan kuliah lagi.

"Saya masih ingat jelas canda kami saat ia mengatakan ingin melanjutkan kuliah, apabila sudah tamat Sekolahnya, kami masih tak percaya dan sulit menerima kenyataan ini, tapi kami sekeluarga berusaha mengikhlaskannya semoga Anak kami tenang disana," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sebelumnya Herioko yang bekerja sebagai buruh harian di terminal ini sempat memiliki firasaat tidak enak di hari kecelakan terjadi saat itu. Herioko yang mulai bekerja pagi subuh dan biasanya pulang sore, sengaja pulang lebih cepat sekitar pukul 09.00 karena merasa tidak enak dan segera menemui putrinya.

"Saat itu saya merasa firasat tidak enak dan langsung pulang, hanya saya tidak tau itu firasaat apa dan ternyata ini jawabannya," ucapnya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah dan ditempatkan disisi-Nya serta masuk sorga. Amin...amin...ya robal alamin. (**)





Berikan Komentar

Features Lainnya
Empat Generasi Mengawal Kelezatan Soto Situbondo, Pertahankan Tradisi Sejak Nenek Moyang
Empat Generasi Mengawal Kelezatan Soto Situbondo, Pertahankan Tradisi Sejak Nenek Moyang
Selasa, 21/11/2017 00:30 WIB
Jangan pernah meremehkan soto. Sajian berkuah yang menyebar dari Sabang sampai Merauke ini menjadi salah satu suguhan identitas asli Indonesia.
Anak Petani Lulus jadi Taruna AAL, Hanya Modal Rp 10 Ribu
Anak Petani Lulus jadi Taruna AAL, Hanya Modal Rp 10 Ribu
Kamis, 16/11/2017 14:31 WIB
Berbekal semangat dan tekad besar, sejumlah anak muda asal Sumatera Barat (Sumbar) mereka berhasil lulus menjadi taruna Akademi Angkatan Laut
Kisah Tim Evakuasi Menyelamatkan Pendaki Kelud yang Tersesat, Kabar Darurat Tiba saat Ikut Sidang Paripurna
Kisah Tim Evakuasi Menyelamatkan Pendaki Kelud yang Tersesat, Kabar Darurat Tiba saat Ikut Sidang Paripurna
Jum'at, 10/11/2017 14:24 WIB
Masih bercelana pendek, sopir kendaraan operasional BPBD Kabupaten Kediri bergegas ke kantornya. Padahal malam itu, dia tengah menemani istri dan
Kisah Tentang Juru Rias dan Pembawa Acara Hajatan Jokowi Mantu, Selalu Puasa Sebelum Merias
Kisah Tentang Juru Rias dan Pembawa Acara Hajatan Jokowi Mantu, Selalu Puasa Sebelum Merias
Kamis, 09/11/2017 11:54 WIB
Harini selalu meminta calon pengantin yang akan dirias untuk menjaga laku, misalnya dengan puasa dan salat Tahajud. Sedangkan Umijatsih, kendati