Telusuri Sejarah Kopiah Soekarno hingga Soeharto


Telusuri Sejarah Kopiah Soekarno hingga Soeharto

Kopiah telah menjadi kekayaan budaya negeri ini. Jika tidak dijaga sebagai kekayaan bangsa, karya anak negeri itu bisa diklaim negara lain. Budayawan Gresik pun menyusun buku sejarah kopiah.

Laporan: ARIS IMAM M. Jawa Pos

TUMPUKAN kertas berisi cetakan sampel buku memenuhi meja Abdul Abbas. Isinya, gambar kopiah dengan beragam bentuk. Sesekali, dia meneliti kembali lembar cetakan tersebut. “Masih perlu diperbaiki. Terutama penataan halamannya,” kata Abbas.

Tidak lama lagi, kata dia, buku yang berisi tentang sejarah munculnya kopiah di Gresik maupun seantero Indonesia tersebut rampung. Abbas menyiapkan judul yang khas Gresik: Sang Kopyah. Dia mengartikan judul buku itu Kopyah Saya.

Abbas menjelaskan, ide pembuatan buku tentang kopiah tersebut tidak lepas dari kegalauan tokoh maupun budayawan Gresik. Sebab, sejumlah negara mengklaim sebagai pemilik asli penutup kepala khas yang dikenal sebagai kopiah tersebut.

Budayawan Kota Santri mengklaim Gresik sebagai salah satu daerah cikal bakal mengorbitnya kopiah. ’’Kami khawatir. Jika tidak diantisipasi, kopiah bukan lagi karya budaya asli milik Indonesia,’’ kata lelaki 52 tahun tersebut.

Ide itu ternyata bak gayung bersambut. Sejumlah tokoh asal Gresik mendukung. Tidak terkecuali Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid. Misi besar itu pun mulai digarap pada pertengahan 2016. Abbas ditunjuk sebagai pemimpin produksi.

Nah, penyusunan bukunya ternyata tidak mudah. Mereka harus mencari bahan-bahan dari berbagai situs. Tim penyusun buku itu juga menggali sejarah kopiah dari para pelaku usaha kopiah asal Gresik. Terutama yang sudah lama berkecimpung.

Abbas dan kawan-kawan lantas berburu bahan tulisan dari media-media konvensional. Mulai koran hingga majalah terbitan lawas. Melalui pencarian yang baik, diyakini hasil penelitian bisa maksimal. "Filosofi kami adalah good searching, good research," ungkap akademisi asal Gresik tersebut.

Sejarah kuat yang diteliti, antara lain, literatur tentang semangat Proklamator RI Ir Soekarno yang berusaha menjadikan kopiah sebagai ikon Indonesia. Bahan lain menyebutkan sejarah kopiah dari Turki. Kopiah diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-13. Gresik disebut-sebut sebagai sentra terbesar industri kopiah zaman dulu.

Salah satu buktinya adalah sejarah masa Sunan Giri pada abad XIII. Saat itu sudah bertebaran sentra-sentra pembuatan kopiah. Eksistensi kopiah makin kentara pada 1486–1500. Waktu itu kopiah asal Gresik sudah menjadi salah satu bahan pertukaran utama dengan cengkih dan rempah-rempah dari Kerajaan Ternate pimpinan Raja Zainal Abidin.

Saat datang ke Gresik, Presiden Soekarno mengenakan kopiah pemberian Ahmad Fatoni, pengusaha kopiah asal Kauman, Kecamatan Kota Gresik. Sejak 1992, Presiden Soeharto selalu memesan songkok buatan sentra kopiah di Jl KH Kholil. Bahkan, Menteri Penerangan era itu Harmoko pernah memesan khusus “kopiah AC” yang sejuk dipakai. Hingga sekarang, Gresik dikenal sebagai salah satu trendsetter kopiah di negeri ini.

Abbas menyatakan, temuan-temuan sejarah tersebut menjadi acuan untuk penyempurnaan buku.

’’Nanti buku itu dipaparkan dulu kepada publik agar mendapatkan masukan untuk misi besar lain,’’ tutur bapak tiga anak tersebut. Apa itu? ’’Setelah buku Sang Kopyah jadi, kami akan daftarkan ke UNESCO. Jangan sampai kopiah hilang dari Indonesia,’’ tegasnya. (*/c14/roz/sep/JPG)





Berikan Komentar

Features Lainnya
Setiap Ramadan Selalu Santuni Ratusan Orang
Setiap Ramadan Selalu Santuni Ratusan Orang
Jum'at, 22/09/2017 13:33 WIB
BEGITU keluar dari lift di lantai 6 flat itu, seorang polisi yang berjaga langsung mencegat. ”Anda mau ke mana?” tanyanya.
Seluk Beluk Perpusnas, Jarak Tembak ke Arah Istana pun Diukur
Seluk Beluk Perpusnas, Jarak Tembak ke Arah Istana pun Diukur
Rabu, 20/09/2017 13:31 WIB
PERJALANAN Noviyani Rahayu dan Madon Nasution menempuh kemacetan Jakarta itu berbuah kejutan menyenangkan. Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang mereka tuju
​Rasendriya Membawa Rizal Abdulhadi ke Puluhan Negara
​Rasendriya Membawa Rizal Abdulhadi ke Puluhan Negara
Selasa, 12/09/2017 11:55 WIB
DALAM waktu dekat, lima negara Asia sudah menunggu Rizal Abdulhadi. Dimulai dari Malaysia, lanjut ke India, lalu Thailand, Singapura, dan
Duka Keluarga Herlina, Sempat Berfirasat Buruk, Tetap Berusaha Ikhlas
Duka Keluarga Herlina, Sempat Berfirasat Buruk, Tetap Berusaha Ikhlas
Selasa, 05/09/2017 11:01 WIB
Siapa sangka umur Herlina (17), siswi SMK Negeri 5 Pangkalpinang terbilang pendek. Memang jodoh, rezeki dan maut semuanya di tangan