Dahsyatnya Banjir California: Sekejap, Rumah Lenyap


Dahsyatnya Banjir California: Sekejap, Rumah Lenyap

 CALIFORNIA - Selamat dari satu bencana terjebak di bencana lainnya. Seperti itulah nasib keluarga Berkeley "Augie" Johnson.

Rumahnya hanya berjarak 0,8 kilometer dari area kebakaran di California awal Desember lalu. Saat itu, dia mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan rumah.

Begitu api padam, dia pulang dan menata kembali rumahnya. Dia mengganti model dapurnya dan mengecat bagian luar rumahnya.

Tapi, hanya dalam hitungan detik, semua benda yang berhasil diselamatkannya saat kebakaran itu kini musnah sudah. Nasib serupa dialami para tetangganya.

’’Dulu banjir terjadi jika hujan 7–8 hari. Ini hanya hujan sejam dan rumah kami langsung hilang,” ujarnya seperti dilansir The Independent.

Johnson menceritakan bahwa jam masih menunjukkan pukul 03.00 ketika dirinya terbangun karena hujan deras dan suara ribut. Dia berjalan ke belakang rumahnya untuk memeriksa saluran air.

Namun, yang dilihat Johnson langsung membuatnya panik. Batu-batuan bercampur lumpur meluncur menuju rumahnya di Olive Mill Road, Montecito, Santa Barbara County, California.

Tampak dari kejauhan pepohonan tumbang dan tumpang tindih terseret banjir. Secepat kilat dia berlari ke lantai 2 rumahnya untuk mencari istri serta putra dan putrinya.

Tanpa pikir panjang, keluarga tersebut naik ke atap. Benar saja, dalam hitungan detik, rumah mereka terkepung lumpur yang mencapai ketinggian hingga 3 meter. Selama kurang lebih 45 menit, mereka berdiam diri di atas atap.

”Semuanya terjadi begitu cepat. Benar-benar tidak bisa dipercaya. Kami melihat mobil kami terseret arus,” ujar Johnson.

Begitu banjir mulai surut, mereka turun. Tim penyelamat dari pemadam kebakaran juga datang ke lokasi untuk membantu penduduk yang terjebak banjir. Johnson seketika teringat tetangganya, seorang ibu tunggal dengan dua putra yang masih kecil.

Bersama tim pemadam, dia berjalan menuju rumah tetangganya itu. Sayup-sayup dari kejauhan terdengar suara tangis bayi. Ketika didekati, tampak balita perempuan berusia sekitar 2 tahun. Sekilas, dia tampak seperti sebuah boneka berlumpur yang teronggok begitu saja.

Johnson dan salah seorang petugas pemadam kebakaran mengeluarkan lumpur dari mulutnya serta membersihkan saluran pernapasannya. Balita itu langsung dilarikan ke rumah sakit.

Ajaib, balita itu hanya mengalami luka di panggulnya. Belum diketahui nasib orang tua balita tersebut. ”Seandainya kami tidak ke sana, saya yakin anak itu tidak akan selamat,” terangnya. (sha/c6/dos)





Berikan Komentar

Internasional Lainnya
Rusia: Kelakuan AS dan Sekutu Sudah Menyimpang Hukum Internasional
Rusia: Kelakuan AS dan Sekutu Sudah Menyimpang Hukum Internasional
Selasa, 17/04/2018 23:18 WIB
Negara-negara yang menyerang Syria pada Rabu (13/4) malam dinilai telah melanggar hukum internasional. Pernyataan tersebut dikatakan utusan Rusia, Vassily Nebenzia
Kolumnis New Zealand Sudutkan Jokowi, Dubes Tantowi Bereaksi
Kolumnis New Zealand Sudutkan Jokowi, Dubes Tantowi Bereaksi
Selasa, 27/03/2018 04:30 WIB
WELLINGTON - Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Selandia Baru Tantowi Yahya melayangkan protes ke kolumnis Audrey Young. Penyebabnya,
Opini Hawking tentang Black Hole, Ketiadaan Tuhan dan Alien
Opini Hawking tentang Black Hole, Ketiadaan Tuhan dan Alien
Rabu, 14/03/2018 21:55 WIB
Fisikawan kondang Stephen Hawking telah berpulang dalam usia 76. Penulis buku A Brief History of Time itu tak hanya kondang
Salju Sambut Jokowi, Presiden Afghanistan Berharap Berkah
Salju Sambut Jokowi, Presiden Afghanistan Berharap Berkah
Selasa, 30/01/2018 01:32 WIB
KABUL - Presiden Joko Widodo menyatakan dukungannya kepada Afghanistan untuk mewujudkan perdamaian. Jokowi -panggilan kondnag Joko Widodo- menyampaikan itu ketika