Jenis Kanker Ini Serang Pria Stres Kerja


Jenis Kanker Ini Serang Pria Stres Kerja

PERNAHKAH merasa bahwa pekerjaan akan membunuh Anda? Sayangnya, Anda mungkin benar. Ternyata, stres kerja konstan adalah salah satu musuh terburuk tubuh Anda.

Sebuah studi yang diterbitkan di Preventive Medicine menemukan bahwa beberapa jenis kanker telah dikaitkan dengan stres kerja yang berkepanjangan pada pria. Peserta studi telah mengalami 15 sampai 30 tahun tekanan kerja konstan dan beberapa mengalami tekanan lebih dari 30 tahun tanpa henti.

Jadi, jika Anda selalu merasa stres, inilah saatnya untuk melihat baik-baik kehidupan kerja Anda. Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk membuat beberapa penyesuaian terhadap cara mengelola kewajiban pribadi dan pekerjaan. Apa yang menyebabkan stres kerja? Salah satu faktornya adalah kurangnya kontrol.

Sebuah studi dari para periset di Kelley School of Business di Indiana University menemukan bahwa karyawan yang memiliki banyak pekerjaan dengan sedikit kontrol atas alur kerja mereka adalah 15,4 persen lebih rentan terhadap kematian daripada mereka yang bekerja dalam pekerjaan yang kurang menuntut.

Faktor stres kerja lainnya adalah konflik. Jika bekerja dengan bos yang mengerikan yang tidak menyukai Anda, maka hal ini bisa menyebabkan ketegangan emosional yang signifikan. Berjalan di atas cangkang telur setiap hari bisa membuat Anda merasa lelah dan akhirnya menyebabkan mempertanyakan kemampuan Anda. Jika Anda merasa terbebani oleh pekerjaan, Anda tidak sendirian. Stres kerja kronis telah berdampak negatif terhadap jutaan orang Amerika pada satu waktu atau lainnya.

Sekitar 65 persen orang Amerika mengatakan bahwa pekerjaan adalah sumber utama stres, menurut survei American Psychological Association's Stress in America. Inilah beberapa kanker yang bisa timbul akibat stress kerja, seperti dilansir laman Cheat Sheet:

1. Kanker Paru-paru

Kanker paru-paru menyumbang lebih dari 1,69 juta kematian di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Satu reaksi yang mungkin dialami tubuh Anda terhadap situasi kerja yang penuh tekanan adalah peningkatan denyut jantung dan tingkat pernapasan yang lebih cepat.
Jika Anda terus-menerus di bawah tekanan di tempat kerja, maka hal ini bisa memberi tekanan pada paru-paru dan menyebabkan komplikasi di sistem pernapasan Anda dari waktu ke waktu. Misalnya, stres berkepanjangan bisa memperburuk gejala kondisi kronis, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik, menurut Lung Institute.

2. Kanker Usus Besar

The American Cancer Society memperkirakan akan ada 95.520 kasus baru kanker usus besar pada 2017. Jika Anda ingin semua bagian tubuh Anda bekerja dengan baik, Anda harus mengendalikan tingkat stres Anda. Hal ini terutama berlaku ketika datang ke usus besar Anda. Jika Anda sering bertemu dengan situasi stres di tempat kerja, kadang kala Anda mendapati bahwa Anda mengalami konstipasi terkait rasa kecemasan.

3. Kanker Rektal

Studi tentang stres kerja dan kanker juga menemukan jumlah kasus kanker rektum yang lebih tinggi terjadi di antara mereka yang melaporkan adanya stres yang signifikan. Kanker kolorektal adalah kanker paling umum ketiga di dunia. Selain stres, faktor risiko lain yang mengakibatkan timbulnya jenis kanker ini adalah usia, riwayat keluarga, aktivitas fisik dan indeks massa tubuh. 

4. Kanker Perut

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 754.000 kematian akibat kanker adalah hasil dari kanker perut. Sekitar 28.000 kasus kanker perut baru akan didiagnosis pada 2017 di A.S. (17.750 pria dan 10.250 wanita), menurut American Cancer Society. Sayangnya, pada 2017 sekitar 10.960 orang akan meninggal akibat kanker perut (6.720 pria dan 4.240 wanita).

5. Limfoma non-Hodgkin

Ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kesempatan Anda mengembangkan limfoma non-Hodgkin, seperti obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh Anda, infeksi tertentu dan bahan kimia tertentu (seperti pembunuh gulma dan serangga), menurut para periset di Mayo Clinic. Usia lanjut juga bisa berperan. Mereka yang telah berusia 60 tahun atau lebih tua cenderung berisiko tinggi terkena penyakit ini.(fny/jpnn)





Berikan Komentar

Lifestyle Lainnya
Nangka, Si Manis yang Kaya Manfaat
Nangka, Si Manis yang Kaya Manfaat
Rabu, 20/09/2017 15:08 WIB
SIAPA yang tidak mengenal buah nangka. Buah yang satu ini pantas untuk dinikmati karena rasa manisnya dan juga segar.
Hati-hati! Kesepian Bisa Jadi Ancaman Kesehatan
Hati-hati! Kesepian Bisa Jadi Ancaman Kesehatan
Kamis, 07/09/2017 14:29 WIB
Semua orang pasti pernah mengalami kesepian dari waktu ke waktu. Namun sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa kesepian bisa menjadi ancaman
Cara ini Bisa Membuat Tidur Malam Anda Lebih Baik
Cara ini Bisa Membuat Tidur Malam Anda Lebih Baik
Kamis, 07/09/2017 14:27 WIB
Seberapa baik Anda tertidur di malam hari? Hal ini banyak kaitannya dengan bagaimana Anda menghabiskan waktu seharian. Selain itu kualitas
Sering Duduk Seharian? Yuk Kurangi Risiko Sindrom Dengan Cara ini
Sering Duduk Seharian? Yuk Kurangi Risiko Sindrom Dengan Cara ini
Selasa, 29/08/2017 14:23 WIB
OLAHRAGA secara teratur ternyata bisa mengurangi risiko sindrom metabolik pada orang-orang yang pekerjaannya hanya duduk saja. Hal ini menurut studi