Remaja dan Polygot


Remaja dan Polygot

  DEWASA ini, penguasaan bahasa asing sudah menjadi hal yang lumrah bagi kalangan siapapun, tak terkecuali pada kalangan remaja. Remaja harus mencari rasa ingin tahu tentang bahasa asing. Hubungan antar bangsa dari hari ke hari semakin terbuka lebar. 

Munculnya zaman modernitas di era globalisasi dengan kecanggihan teknologi yang dapat dikatakan mapan harus berkomunikasi menggunakan bahasa asing selain bahasa Inggris yang menjadi bahasa pemersatu dunia, baik perkenalan komunikasi lewat media sosial (dunia maya) maupun secara kontak langsung.. Sebagian orang ingin mendapatkan hal-hal yang baru untuk mempelajarinya. 

Karena ada rasa penasaran yang begitu besar, siap untuk belajar secara berproses, otodidak, dan memetik keuntungan yang besar. Sebagai contoh, bahasa Korea menjadi andalan favorit sebagian remaja Indonesia, mulai dari menyukai film, lagu K-Pop, dan kebudayaannya sehingga mereka terhipnotis untuk berbicara dalam kehidupan sehari-hari. 

Sesungguhnya bahasa asing di dunia ada yang menggunakan aksara huruf dan tanpa aksara. Kesulitan ada di aksara huruf yang begitu sulit di hafal.

Memang begitulah, di setiap sekolah khususnya pada jenjang SMA/SMK ada satu mata pelajaran tambahan yang wajib untuk dipelajari, yaitu bahasa asing. Di setiap masing-masing sekolah tentunya berbeda-beda bahasa asing yang dipelajari para remaja siswa. Adapun varian bahasa asing yang dipelajari di setiap sekolah antara lain bahasa Mandarin, Jepang, Arab, Jerman, Korea, dan Prancis. 

Menurut penulis, bahasa asing sangat cocok untuk kalangan remaja yang duduk di bangku SMA/SMK karena sebagai modal untuk melatih berkomunikasi secara aktif. Selain berkomunikasi, juga dapat menjadi penerjemah (translator), baik lisan maupun tulisan. Selain di sekolah, di perguruan tinggi negeri maupun swasta pun menyediakan program studi bahasa asing untuk para mahasiswa, baik yang sastra maupun pendidikan bahasa antara lain bahasa Inggris, Arab, Jerman, Prancis, Jepang, Korea, Mandarin, Rusia, dan Belanda. Sastra Rusia dan Belanda menjadi sastra yang paling langka yang terdapat di Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran.

Berdasarkan pengalaman penulis, penulis merasa tertarik untuk belajar bahasa asing semasih duduk di bangku SMA sampai kuliah secara otodidak, yaitu bahasa Spanyol karena mudah pengucapan kata dan hafalan kosakata mulai dari belajar alphabet sampai tata bahasa. 

Bahasa Spanyol merupakan bahasa yang banyak digunakan masyarakat dunia sekitar 400 juta penduduk dibandingkan dengan bahasa Prancis yang hanya digunakan sekitar 200 juta penduduk dunia. 

Ini artinya bahwa terjadi 2 kali lipat dari bahasa Prancis. Menurut penulis, penulis merasa terpengaruh dengan bahasa Spanyol dikarenakan suka akan kebudayaan orang-orang keturunan Hispanik. Bahasa Spanyol digunakan penduduk mulai dari negara Spanyol, Meksiko, Guatemala, Honduras, El Salvador, Nikaragua, Kosta Rika, Panama, Kuba, Republik Dominika, Puerto Riko, Kolombia, Ekuador, Venezuela, Peru, Bolivia, Paraguay, Uruguay, Argentina, Chile, dan negara–negara bagian Amerika Serikat yang menjadi bahasa resmi.

Ada satu hal yang saling berhubungan dengan bahasa asing yaitu polyglot. Mungkin sebagian orang sudah mengenal kata polyglot. Polyglot merupakan istilah fenomena untuk orang-orang yang menguasai lebih dari 4 bahasa asing. 

Bagi kita, tentunya sangat mustahil untuk mempelajari dan menguasainya. Jangankan menjadi seorang polyglot, sebagian kalangan remaja pun menguasai bahasa Inggris saja masih dikatakan sebagian aktif dan sebagian lagi pasif. 

Namun, tidak demikian sebagian orang di luar sana, bisa menguasainya secara aktif. Oleh karena itu, manfaat penguasaan bahasa asing bagi kalangan remaja menjadi modal roda penggerak untuk mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan yang tinggi, menjadi duta besar untuk negara yang bersangkutan bahkan mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri secara gratis, dan dapat membentuk suatu komunitas pecinta bahasa asing. Selain itu, di dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahasa asing yang secara resmi digunakan yaitu bahasa Inggris, Prancis, Rusia, Cina, dan Spanyol.

Oleh karena itu, sebagai kalangan remaja yang menjadi generasi bangsa harus cerdas memanfaatkan peluang kesempatan besar. Mencari referensi lewat internet, buku, dan kamus menjadi modal untuk mempelajari bahasa asing dengan memiliki target selesai sampai fasih. Kunci utama belajar bahasa asing adalah menghafal. Ada 4 hal yang harus dipelajari yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Beda negara, beda bahasa. ¡Feliz estudiar. (**)





Berikan Komentar

Perspektif Lainnya
Impeachment atau Pemakzulan Kepala Daerah
Impeachment atau Pemakzulan Kepala Daerah
Selasa, 27/03/2018 00:40 WIB
PENYELENGARAAN pemerintahan daerah sejatinya tunduk pada UU No. 32 Tahun 2004. Undang-Undang Pemerintahan Daerah ini dari hari waktu ke waktu
ICDX, Diantara Pro dan Kontra
ICDX, Diantara Pro dan Kontra
Senin, 21/08/2017 07:27 WIB
Meski sudah ada sejak 2013, keberadaan Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (Indonesia Commodity and Derivatives Exchange/ ICDX) ternyata masih menuai
Potret 72 Tahun Indonesia Merdeka
Potret 72 Tahun Indonesia Merdeka
Senin, 21/08/2017 04:18 WIB
BEBERAPA bulan terakhir, Indonesia ditimpa oleh berbagai masalah krusial, yang membuat pemerintah belum dapat mengantarkan negara ini ke arah yang
Tiga Tantangan Dasawarsa Kelima
Tiga Tantangan Dasawarsa Kelima
Jum'at, 11/08/2017 01:53 WIB
TIGA perkembangan mengemuka seiring dengan perjalanan ASEAN memasuki dasawarsa kelima. Selain mengemukakan konfigurasi aktual, ketiganya mengetengahkan tantangan yang tidak mudah.