Allianz Suntik Go-Jek Rp 472 Miliar


Allianz Suntik Go-Jek Rp 472 Miliar

JAKARTA - Allianz X, unit investasi digital dari perusahaan asuransi dan manajemen aset Allianz Group mengumumkan investasi US$ 35 juta atau Rp 472,5 miliar (kurs Rp 13.500) di platform Go-Jek.

Investasi tersebut merupakan investasi pertama Allianz X di sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Asia Tenggara. Langkah ini sekaligus menjadikannya satu-satunya pemegang saham Go-Jek dari perusahaan asuransi.

Investasi dari Allianz adalah bagian dari pendanaan Go-Jek sebesar US$ 1,5 miliar atau Rp 20 triliun yang didapatkan dari belasan investor termasuk Tencent Holdings, BlackRock, Temasek Holdings, Meituan-Dianping, JD.com, dan Google dengan total US$ 5 miliar. Investasi ini diikuti oleh perusahaan lokal Astra International dan perusahaan investasi Global Digital Niaga.

"Investasi strategis Allianz X di Go-Jek merupakan agenda Allianz Group dan komitmen kami terhadap pertumbuhan bisnis digital, khususnya di pasar negara berkembang," kata CEO Allianz X Nazim Cetin seperti dikutip dari dealstreetasia, Kamis (12/4/2018).

"Go-Jek adalah salah satu unicorn digital terbesar di Indonesia dan melalui investasi ini, Allianz dan Go-Jek akan memperkuat hubungan dan kolaborasi mereka lebih jauh. Bersama-sama kami dapat menawarkan produk dan layanan keuangan unik kepada komunitas Go-Jek yang lebih luas," kata Presiden Direktur Allianz Life Indonesia, Joos Louwerier.

Didirikan pada tahun 2010 sebagai layanan transportasi sepeda motor, Go-Jek telah berevolusi menjadi platform seluler yang menyediakan berbagai layanan seperti transportasi, logistik, pembayaran seluler, pengiriman makanan, dan banyak layanan lainnya.

Rangkaian pendanaan yang baru diumumkan, berhasil mengumpulkan dana 25% lebih banyak dari yang direncanakan semula dan dialokasikan untuk sejumlah rencana ekspansi. 

Awal bulan ini, Reuters melaporkan bahwa Go-Jek akan mengumumkan ekspansi pertamanya ke negara lain di Asia Tenggara dalam beberapa minggu ke depan dan berencana untuk memperluas ke tiga negara Asia Tenggara lainnya pada pertengahan tahun ini.

Awal bulan ini, telah dilaporkan bahwa Go-Jek mengincar Singapura sebagai salah satu pasar Asia Tenggara yang rencananya akan diperluas tahun ini, bersama dengan Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Go-Jek merupakan unicorn pertama dan terbesar di Indonesia yang juga saham di aplikasi berbagi tumpangan Bangladesh Pathao. Perusahaan ini juga telah mengakuisisi tiga perusahaan teknologi keuangan lokal untuk meningkatkan posisinya di pasar pembayaran digital Indonesia. 

Untuk Allianz X, investasi di Go-Jek adalah yang keempat kalinya di tahun 2018. Dalam kesepakatan terbarunya, perusahaan investasi memimpin pendanaan Seri C sebesar US$ 160 juta di European mobile bank N26. Perusahaan induknya, Allianz, mengklaim sebagai investor terbesar dunia, mengelola lebih dari 650 miliar euro, sementara Allianz Global Investors dan PIMCO mengelola tambahan 1,4 triliun euro dari aset pihak ketiga. (ara/ang/detik.com)





Berikan Komentar

Probis Lainnya
Asian Games Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Asian Games Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Senin, 30/07/2018 12:48 WIB
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa perhelatan Asian Games pada Agustus 2018 membawa
Pemprov Babel Akan Terapkan Pasar Modal Syariah
Pemprov Babel Akan Terapkan Pasar Modal Syariah
Senin, 09/07/2018 11:36 WIB
PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menerapkan pasar modal berbasis syariah, sebagai upaya mencegah investasi fiktif yang akan
Setelah Pangkalpinang, Sang Pisang Akan Hadir di Kabupaten di Babel
Setelah Pangkalpinang, Sang Pisang Akan Hadir di Kabupaten di Babel
Senin, 09/07/2018 10:18 WIB
PANGKALPINANG - Outlet "Sang Pisang" resmi dibuka setelah dilakukan pemotongan pita dan pelepasan balon oleh putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang
Proyek Meikarta Terancam Molor? Begini Penjelasannya
Proyek Meikarta Terancam Molor? Begini Penjelasannya
Jum'at, 06/07/2018 15:38 WIB
JAKARTA - Pembangunan kota baru Meikarta tidak terpengaruh proses hukum terkait permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Apalagi, proses hukum